Bupati Labusel: Pembentukan Pangkotrad Mampu Menjaga Generasi Dari Narkoba

LABUHANBATUSATU|Kotapinang Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara resmi membentuk Pangkalan Olahraga Tradisional (Pangkotrad) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang dibuka langsung oleh Bupati Labusel H.Edimin, Jumat (08/10/2021) di Aula SSBK Kotapinang, Kabupaten Labusel.

 

Pangkotrad di Labusel merupakan Zona kedua dari 5 Zona yang dipilih KPOTI Sumut. Rencananya, kegiatan pelatihan pembentukan Pangkotrad diselenggarakan selama 3 hari di Aula SBBK Kotapinang, Labusel yang dimulai Jumat 8 Oktober hingga Minggu 10 Oktober 2021. Kegiatan dihadiri 40 peserta perwakilan dari 3 kabupaten Labusel, Labuhanbatu serta Labuhanbatu Utara.

 

Ketua Umum KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap menjelaskan, kegiatan pelatihan pembentukan PANGKOTRAD dilaksanakan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset & Teknologi yang menekankan pada penerapan amanat UU no 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. 

 

“Pangkotrad dihadirkan sebagai komitmen KPOTI Sumut dalam mengawal pertahanan budaya harus ada di setiap Desa hingga ke dusun-dusun diharapkan juga terbentuk Pangkalan Olahraga Tradisional. Semangat ini kita tunjukkan sebagai wujud kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Di samping  ikhtiar kita dalam mewujudkan visi KPOTI yang selalu disampaikan dalam slogan Lestari Budayaku Bugar Bangsaku dapat terwujud di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Langkat,”Jelasnya.

 

Agustin mengatakan, dengan semangat yang kuat dan konsistensi yang telah ditunjukkan, akan membuat KPOTI Labusel semakin cepat dan mudah mewujudkan pemajuan kebudayaan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.

 

“Sejatinya permainan tradisional ini juga banyak diminati dan tidak hanya sekedar bermain saja, tapi juga memiliki makna filosofis dan nilai-nilai norma yang terkandung di dalamnya. Ini yang harus terus kita gelorakan dan diwarisi kepada generasi,”Katanya.

 

Di tempat yang sama, Bupati Labusel H.Edimin menyampaikan bahwa pelatihan pembentukan Pangkotrad merupakan langkah nyata yang ditunjukkan KPOTI Sumut dan Labusel dalam pemajuan kebudayaan. Sebab, di era globalisasi dan serba digitalisasi masih ada sekelompok pegiat atau orang-orang yang masih peduli dengan permainan tradisional.  

 

“Permainan tradisional ini mengingatkan saya kembali akan masa kecil, di mana kebahagiaan itu sangat bisa saya rasakan saat bermain permainan tradisional bersama teman-teman. Mari kita jaga dan lestarikan permainan tradisional. Saya siap mendukung sepenuhnya KPOTI Sumut khususnya Labusel,”Ucapnya.

 

Edimin juga berharap KPOTI Sumut bisa menjaga generasi Labusel dari pengaruh buruk digitalisasi serta penyalahgunaan narkoba.

 

“Dengan adanya Pangkotrad di tiap desa nanti, kami berharap KPOTI bisa menjaga generasi kita dari narkoba. Karena ini sangat penting,”Harap Edimin.

 

Sementara itu, Ketua KPOTI Labusel  Musthopa Rahman Harahap menyampaikan apresiasi kepada KPOTI Sumut yang telah memilih Labusel menjadi salah satu Zona dari pelatihan pembentukan Pangkotrad.

 

“Semoga dengan adanya pelatihan ini dan dukungan yang luar biasa bisa memberikan semangat yang terus bergelora kepada para peserta, khususnya kami pengurus KPOTI Labusel,”Kata Musthopa.

 

Disitu, juga terlihat hadir dari elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan lainnya seperti Granat, LAN, KNPI, Pemuda Muhammadiyah, BKPRMI, dan Pemuda Pancasila dan Karang Taruna Labusel.

 

Turut hadir pada kegiatan pembukaan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Naga Parlaungan, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Balyan serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sutan Harahap.(anditan)

Komentar

Pos terkait