Belum Sebulan Dilantik, Bupati dan Wabup Labuhanbatu ‘Bolo’ Hal Ini

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Tanggal 13 September 2021 yang Lalu, dr. Erik Adtrada Ritonga bersama Hj.Ellya Rosa Siregar dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu oleh Gubernur Sumatera Utara. Saat itu, usai pelantikan, mereka berjanji akan membolo Labuhanbatu.

 

Kini, belum genap sebulan. janji untuk membolo Labuhanbatu, satu persatu sudah mulai ditepati mereka. Berdasarkan Data yang dihimpun, Adapun yang sudah dibolo, antara lain , Membolo Lampu jalan di Perkotaan Rantauprapat. Membolo sampah, memperhatikan para penyapu Jalan, membolo jalan di Pulo Padang dan jalan dekat Kantor Bupati. Membayarkan TPP ASN selama 3 Bulan pada tahun 2020 yang lalu.

 

Kemudian, mengatasi kemacetan jalan di Pasar Gelugur Rantauprapat. Menggalakkan gotong royong di seluruh Kecamatan hingga ke tingkat Lurah dan Desa. Mengecat (memperindah) Taman di tengah ruas jalan Kota Rantauprapat. Menyemprot saluran drainase yang tersumbat dengan menggunakan mobil pemadam.

 

Selanjutnya, mengecat seluruh Kantor Pemerintahan, Dinas, Kecamatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Melakukan razia kepada ASN dan tenaga Kontrak yang keluyuran saat jam kerja.

 

Bahkan, beredar kabar, tahun 2022 Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu sedang merencanakan program Smart City (Kota Pintar) Untuk wilayah Kota Rantauprapat.

 

“Mohon doa dan dukungannya, agar hal tersebut terwujud,”Jawab Plt.Kadis Kominfo Labuhanbatu Rajid Yuliawan, S.Kom, Kamis, (07/10/2021).

 

Berdasarkan penelusuran dari gogel, Smart City adalah area perkotaan yang menggunakan berbagai jenis sensor Internet of Things (IoT) untuk mengumpulkan data. Data tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai wawasan untuk mengelola aset. Konsep dari Smart City adalah dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkat IoT untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota, serta terhubung dengan warga.

 

Dengan konsep ini, pemerintah terkait bisa lebih mudah untuk terhubung dengan masyarakat, memantau infrastruktur dan fasilitas kota hingga peristiwa yang terjadi di wilayahnya secara real-time serta dapat mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan data yang sudah tersedia. Sebaliknya, masyarakat juga akan merasakan kemudahan dalam menjalankan aktivitas dan merasakan kedekatan dengan pemerintah. (Red)

 

Komentar

Pos terkait