Menderita Banyak Cairan di Kepala, Balita Ini Butuh Uluran Kasih

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat RH, Balita berjenis kelamin wanita yang belum genap berusia 2 tahun ini harus terbaring lemas di tempat tidur. Pasalnya, anak dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Sidik Iskandar dan Yohana Nasution yang merupakan warga Jalan Agus Salim, Lingkungan Pajak Lama, Kelurahan Rantauprapat Kota, Kecamatan Rantau Utara ini menderita cairan yang memenuhi kepalanya.

 

Hal itu diungkapkan oleh ibu RH. Dia mengatakan bahwa sebulan lalu sudah membawa RH ke RSUD Rantauprapat untuk melihat kondisinya. Namun, hasil scanning menunjukan banyak cairan yang terdapat di bagian kepalanya. Pada saat itu, RH ditangani langsung oleh dr.Ismed yang bertugas di RSUD Rantauprapat.

 

“Sebulan lalu pernah dibawa ke RSUD, hasil scanning nya kata dr.Ismed terdapat banyak cairan di kepalanya,”Ucap Yohani yang merupakan Ibu RH saat ditemui di rumahnya, Rabu (06/10/2021).

 

Yohani bercerita, sejak lahir hingga mencapai usia 5 bulan, keadaan RH baik-baik saja. Bahkan, RH memiliki badan yang gemuk dan fisik yang sehat. Memasuki usia 6 bulan, kesehatan RH mengalami penurunan yang cukup drastis, hingga badan, kaki dan tangan secara tiba-tiba saja mengalami kejang. Hingga saat ini, seluruh badan, tangan dan kaki dalam kondisi tegang (Kram).

 

“Sejak lahir dia sehat-sehat saja. Bahkan, badanya gemuk dan cantik, memasuki usia 6 bulan hingga saat ini dia sudah tak seperti dulu. Sekarang, dia seperti mengalami tegang di tangan, badan dan kakinya, pandangan nya juga terlihat kosong,”Ungkap Yohani sedih.

 

Sudah lebih dari 1.2 tahun anaknya terus terbaring di tempat tidur. Yohani mengatakan, dulu semasa kecil, RH pernah dibawa ke Dokter Spesialis. Namun, mengingat kondisi anaknya masih kecil, Yohani tidak ingin dilakukan scanning terhadap RH.

 

“Dulu pernah juga kami bawa ke Dokter Spesialis. Disitu Dokter menyarankan untuk dilakukan Scanning, tapi mengingat kondisi RH masih kecil, saya tidak mau,”Jelasnya.

 

Usai dirujuk satu bulan yang lalu di RSUD Rantauprapat, dr.Ismed menyarankan untuk dilakukan Terapi. Namun, himpitan ekonomi menjadi kendala dalam upaya pengobatan RH. Diketahui, Yohani yang merupakan Ibu RH hanya mengurus rumah tangga. Sementara sang ayah cuma seorang penarik becak yang memiliki sampingan sebagai SPSI bongkar muat di Lingkungan Pajak Lama.

 

Atas kondisi itu, Yohani berharap perhatian dari Pemerintah Kabupaten, khususnya Bupati Labuhanbatu dr.H.Erik Adtrada Ritonga,M.KM untuk meringankan langkah melihat dan membantu segala keluhan masyarakatnya sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Labuhanbatu.

 

“Kami berharap kepada Bapak Ibuk di pemerintah, untuk membantu kami melakukan pengobatan terhadap anak kami ini agar bisa disembuhkan,”Harapnya.

 

Yohani memohon untuk keringanan langkah Bupati Labuhanbatu melihat langsung kondisi RH dan membantu pengobatannya agar RH dapat kembali sehat seperti dahulu.

 

“Saya harapkan keringanan langkah Bapak Bupati untuk melihat kondisi anak saya. Saya juga berharap penuh bantuan serta dukungan agar anak saya dapat melakukan pengobatan. Saya ingin dia sehat kembali,”Ucapnya memohon.(anditan)

Komentar

Pos terkait