100 Gram Sabu Disita Satnarkoba Polres Labuhanbatu Dari Dua Pelaku

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat Satnarkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu terus melakukan gebrakan terhadap pengguna maupun pengedar narkoba. Terbaru, Satnatkoba berhasil menyita sabu seberat 97.02 Gram dari pelaku IKS Alias Indah (26) Wanita warga Jalan Tjik Ditiro, Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu dan F Alias Rudi (33) Laki-Laki warga Jalan Protokol, Kelurahan Kampung Pajak, Kecamatan NA IX – X, Labuhanbatu Utara.

 

Kasat Narkoba AKP Martualesi menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut setelah petugas melakukan penyelidikan selama sepekan. Kemudian pada Senin 27 September 2021 sekira pukul 20:00 Wib, kedua pelaku F dan I hendak bertransaksi di depan salah satu SPBU, tepatnya di sebuah Ruko kosong. Disitu, kedua pelaku meletakkan Narkotika jenis sabu tepat diatas meja di hadapan kedua pelaku duduk.

 

“Sudah sepekan kita melakukan penyelidikan. Saat ditangkap, kedua pelaku meletakkan narkoba tersebut tepat di hadapan mereka duduk, didepan sebuah SPBU tepatnya Ruko kosong,”Jelas Kasat Narkoba, Senin (04/10/2021).

 

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku. Kata Kasat, pelaku Indah adalah Istri dari DPO berinisial AK, dirinya mengaku baru kali ini terlibat narkotika atas himpitan ekonomi. Dimana, AK membeli narkotika jenis sabu dengan harga Rp.450.000/gram. Rencananya, sabu tersebut akan dipasarkan Indah dengan harga Rp.470.000/gram.

 

“Setelah dilakukan interogasi, Indah mengaku baru sekali ini terlibat narkotika karena faktor ekonomi. Dia mengaku mendapat sabu dari suaminya AK yang juga merupakan DPO,”Kata Kasat.

 

Sementara untuk pelaku F alias Rudi. Jelas Kasat, dirinya merupakan kurir yang disuruh AK dari Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara untuk menyerahkan narkotika tersebut kepada istrinya Indah. Rudi mengaku dijanjikan upah sebesar Rp.1.000.000 jika berhasil mengantar sabu kepada Indah di Rantauprapat.

 

“Pelaku Rudi disuruh mengantar narkoba kepada Istri AK yaitu Indah ke Rantauprapat. Rudi mengaku akan diberikan uang sebesar 1 juta oleh Indah apabila sudah sampai Rantauprapat dan bertemu dengan Indah,”Jelas Kasat.

 

Tidak sampai disitu, Petugas melakukan pengembangan untuk mencari AK di Aek kanopan. Namun, diduga sudah bocor, petugas gagal meringkus AK. Kemudian AK ditetapkan sebagai DPO Satnarkoba Polres Labuhanbatu.

 

“Kita melakukan pengembangan untuk meringkus AK. Namun, diduga AK sudah mengetahui penangkapan I dan F, petugas gagal meringkus AK dan kita telah menetapkannya sebagai DPO,”Tutupnya.

 

Dari kedua pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 (Satu) bungkus plastik klip tembus pandang diduga berisikan narkotika jenis sabu yang dibalut dengan lakban kuning seberat 97.02 Gram Netto, 1 (Satu) Unit Hp Android merk Samsung warna hitam, 1 (Satu) Unit Hp merk Luna warna putih, 1 (Satu) Unit Hp merk Nokia warna biru dan 1 (Satu) Unit Sepeda Motor Honda Vario warna biru.

 

Terhadap kedua pelaku akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Sub 112 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(anditan)

Komentar

Pos terkait