Kurir Pil Ekstasi Ditangkap, 200 Butir BB Disita

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat Sebanyak 200 butir Pil Ekstasi berhasil diamankan Satnarkoba Polres Labuhanbatu dari seorang terduga pelaku berinisial EPH Alias Ewin (41) Laki-Laki yang merupakan warga Rantauprapat pada Minggu, 26 September 2021 sekira Pukul 00:35 Wib.

 

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan Melalui Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu menjelaskan, terduga pelaku tersebut merupakan seorang kurir narkoba jenis Pil Ekstasi. Pelaku ditangkap saat melintas di Jalan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara dengan menggunakan Honda Scoopy Bernomor Polisi (Nopol) BK 6785 oleh petugas Satnarkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kanit Idik I IPDA Sarwedi Manurung.

 

“Petugas berhasil menangkap pelaku saat melintas di Jalan Sirandorung. Disitu, pelaku kedapatan membawa narkotika jenis Pil Ekstasi. Kita juga menyita 1 unit Hp warna hitam,”Jelas Kasat Narkoba Minggu (26/09/2021).

 

Pelaku merupakan residivis yang bebas pada bulan Februari 2021 yang lalu. Kasat mengatakan, pelaku mengakui sudah satu kali meloloskan 20 Butir Pil Ekstasi dengan upah Rp.450.000. Pelaku juga mengaku mendapat barang haram tersebut dari seorang yang berada di Kota Medan.

 

“Pelaku merupakan residivis yang bebas februari 2021 lalu. Pelaku mengaku dijanjikan upah sebesar Rp.1.500.000. Sebelumnya, pelaku sudah pernah satu kali meloloskan Pil Ekstasi sebanyak 20 Butir dengan upah Rp.450.000,”Katanya.

 

Pelaku juga mengaku barang haram tersebut akan diserahkan kepada seseorang dan rencananya akan diedarkan di Kota Rantauprapat. Kasat mengungkapkan, bahwa pelaku mengakui terlibat narkoba karena tidak memiliki pekerjaan untuk menghidupi seorang istri dan seorang anak.

 

“Pelaku menerangkan bahwa Ekstasi tersebut akan diedarkan di Kota Rantauprapat. Pelaku mengakui terlibat narkoba karena tidak memiliki pekerjaan untuk menghidupi anak dan istrinya,”Tutup Kasat.

 

Terhadap pelaku akan dikenakan Pasal 114 Sub Pasal 112 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(anditan)

Komentar

Pos terkait