Selamat Datang Pemimpin Baru Labuhanbatu

LABUHANBATUSATU|Medan Jika tidak ada halangan, besok Senin 13 September 2021, Gubernur Sumatera Utara akan melantik Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu yang baru.

 

Melalui proses pemilihan yang begitu panjang, mereka dilantik setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengesahkan hasil pemungutan suara ulang (PSU) jilid 2 yang menetapkan pasangan ini  menjadi peraih suara terbanyak.

 

Banyak harapan yang dialamatkan ke pasangan ini. Terutama kepada Erik Adtrada, sebagai Bupati yang masih tergolong muda. Erik yang lahir 5 Mei 1980 ini diharapkan mampu untuk menahkodai Labuhanbatu ke arah yang lebih baik. Labuhanbatu yang gercep, gerak cepat.

 

Banyak PR yang harus diselesaikan Erik dengan gerak cepat. Tidak saja menyelesaikan tugas kesehariannya sebagai Bupati. Ia juga harus mampu  memberikan kesan pertama (first impression) yang baik, melakukan konsolidasi berbagai hal, dan memastikan bahwa dirinya adalah sosok pemimpin yang dirindukan. 

 

Tidak mudah memang, dengan pelbagai masalah yang ada, Erik harus gerak cepat untuk memastikan jalannya pemerintahan yang efektif, dengan waktu yang terbatas. Apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. 

 

First Impression

Kesan pertama harus dihadirkan oleh Erik. Kesan yang positif tentu saja. Hal ini penting untuk menjadi milestone dalam rentang waktu kepemimpinannya. Kesan pertama akan sangat berkaitan dengan apa yang dilakukan berikutnya. Bahkan,  jika first impression positif, maka kepercayaan masyarakat kepada pemimpin akan semakin kuat.  

 

Tingkat kepercayaan inilah yang akan menentukan apakah program yang akan dijalankan bisa diterima atau tidak oleh masyarakat. Tingkat kepercayaan ini pula yang pada akhirnya akan memunculkan keinginan yang kuat dari masyarakat untuk dilibatkan dalam proses kepemimpinan. 

 

Gerak Cepat Konsolidasi

Konsolidasi harus dilakukan oleh Erik pada kesempatan pertama. Konsolidasi yang dimaksud bukan sekadar dalam tataran organisasi pemerintahan. Tetapi juga dengan banyak pihak, termasuk pasangannya, Wakil Bupati. 

 

Sudah selayaknya Bupati dan Wakil Bupati meneguhkan komitmen untuk saling mengisi, berbagi tugas. Jangan sampai ada kesan Wakil Bupati hanya dijadikan ban serep. 

 

Konsolidasi dan peneguhan komitmen juga harus dilakukan kepada tim sukses. Perlu ada penegasan bahwa, kontestasi sudah selesai. Hari ini adalah waktunya untuk menunaikan janji. Bukan masa kampanye lagi. Jangan ada kesan dan muncul persepsi di masyarakat bahwa pemimpin tidak mampu mengelola pasukannya. 

 

Konsolidasi berikutnya yang harus dilakukan adalah konsolidasi di tengah masyarakat. Sudah jamak terjadi, bahwa pada setiap kontestasi akan menyisakan masalah interaksi di tengah masyarakat. Memunculkan sekat seolah-olah kontestasi sebagai sebuah momen yang tak berbatas waktu.

 

Sebagai pemimpin yang baik, Erik diharapkan mampu untuk hadir ditengah-tengah masyarakat. Masyarakat secara luas. Bukan hanya untuk masyarakat yang kemarin memilihnya. Tetapi untuk semuanya. Erik harus mampu memastikan bahwa ia adalah pemimpin masyarakat Labuhanbatu secara keseluruhan. Erik harus menjadi pemimpin milik semua. 

 

Sosok Pemimpin yang Dirindukan

Masyarakat Labuhanbatu dikenal sebagai masyarakat yang terbuka. Dimana relasi antar masyarakat berlangsung hangat dan sangat egaliter. Kondisi ini seharusnya mampu dimanfaatkan Erik. Ia harus menjadi jawaban dari segala jenis pertanyaan masyarakat tentang sosok pemimpin. 

 

Ia tidak harus menjadi superman, apalagi dengan glorifikasi sebagai seorang pemimpin yang baru saja memenangkan pertempuran. Erik hanya perlu menjadi dirinya. Anak muda yang mampu merangkul generasinya, sekaligus selalu menghormati yang lebih tua. Sosok seorang pemimpin yang mampu menjadi teladan.

 

Masyarakat Labuhanbatu hari ini merindukan sosok  pemimpin yang sejuk, pemimpin yang bisa diterima dengan segala keterbatasannya.  Bukan seorang pemimpin yang dengan kekuasaannya justru jauh dari rakyat yang dipimpinnya. Ia harus dekat. Dekat dengan masyarakat yang dipimpinnya.  Kedekatan dan keteladanan yang selama ini dirindukan oleh masyarakat. Semoga. 

 

Faisal Mahrawa

Penulis adalah Dosen FISIP USU, kandidat doktor Ilmu Politik Unpad.(Red)

Komentar

Pos terkait