Ungkap 45 Kg Sabu Jaringan Aceh-Riau, KNPI Labuhanbatu Berikan Apresiasi

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Caretaker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Labuhanbatu memberikan apresiasi besar terhadap Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, atas keberhasilan Polres Labuhanbatu mengungkap peredaran narkotika jenis sabu antar Provinsi Aceh – Riau, dengan barang bukti sabu seberat 45 Kg.

 

Ucapan apresiasi disampaikan langsung oleh Ketua Caretaker KNPI Labuhanbatu Roni Rahmad,SE,MSi, dirinya mengucapkan selamat atas keberhasilan Polres Labuhanbatu mengungkap jaringan narkoba antar Provinsi dengan barang bukti sabu seberat 45 Kg.

 

“Apresiasi serta ucapan selamat kami berikan kepada Polres Labuhanbatu atas keberhasilan mengungkap jaringan narkotika antar Provinsi dengan barang bukti yang cukup banyak,”Ucapnya Selasa (10/08/2021).

 

Roni berharap, dibawah Kepemimpinan Kapolres AKBP Deni Kurniawan, peredaran narkoba di Labuhanbatu semakin berkurang. Diketahui, semenjak menjabat Kapolres Labuhanbatu, Deni Kurniawan sudah beberapa kali menggagalkan peredaran narkoba jaringan Provinsi.

 

“Kami berharap kepada Pak Kapolres untuk terus mempersempit ruang gerak pengedar, guna membersihkan Labuhanbatu dari bahaya narkoba,”Harapnya.

 

Peredaran narkotika di Indonesia, khususnya Labuhanbatu sudah cukup memprihatinkan. Untuk itu, Roni mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif melindungi Pemuda atau Anak Labuhanbatu dari bahaya narkoba.

 

“Narkoba sudah cukup memprihatinkan di Indonesia, khususnya Labuhanbatu. Ayo, sudah saatnya kita bersama memerangi nya, untuk melindungi Pemuda dari bahaya narkoba,”Ajaknya.

 

Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menggelar Konferensi Pers pemusnahan barang bukti serta pemaparan kasus penangkapan narkotika dengan barang bukti sabu seberat 45 Kg dari tiga tersangka berinisial RN (23) dan J (21) warga Dusun IV, Desa Tambun Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, serta S (23) warga Desa Palau Gading, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Ketiga tersangka akan dikenakan Pasal 114 Sub 112 UU RI NO:35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.(anditan)

 

Komentar

Pos terkait