Di Labuhanbatu, Banyak Papan Reklame Izinnya Habis, Kaban Bapenda Enggan Berikan Datanya

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Entah apa penyebab Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Labuhanbatu Muslih, Enggan memberikan data kepada wartawan, tentang jumlah dan nama Pemilik Papan Reklame dan Neon Box yang ada di Labuhanbatu. Padahal, Wartawan hanya ingin mengecek kebenaran informasi tentang, banyaknya papan Reklame yang sudah habis masa izinnya. 

 

“Memang banyak habis, nanti saya suruh anggota saya ya,”Jawab Plt Kaban Bapenda Labuhanbatu Muslih, Senin (09/08/2021).

 

Namun, hingga Selasa (10/08/2021) Muslih tak kunjung memberikan datanya. Walau wartawan berulang kali memintanya.

 

Pantauan wartawan di lapangan, meski Sejumlah Papan Reklame dan Neon Box izinnya telah habis, namun, masih terlihat terpasang Iklan Produk . Kabar beredar, diduga ada Oknum yang bermain mata dengan pemilik papan reklame dan Neon Box. Sehingga, Dinas terkait diduga enggan memberikan datanya kepada wartawan.

 

“Izin reklame itu, biasanya 5 tahun sekali. Kabarnya sudah banyak yang habis izinnya. Terakhir, mereka mengurus izin tahun 2015 sampai 2020. Nah, ini sudah tahun 2021,”Ucap Seorang ASN yang bekerja di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu.

 

Untuk diketahui, untuk memasang papan reklame, biasanya Pemohon datang ke kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat dan mengisi formulir pendaftaran wajib pajak/wajib retribusi pribadi atau badan usaha untuk mendapatkan nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD)/nomor pokok wajib retribusi daerah (NPWRD).

 

Setelah mendapatkan NPWPD/NPWRD, kemudian pemohon mengisi surat pemberitahuan pajak daerah, pajak reklame dengan melampirkan fotokopi surat izin tempat usaha (SITU), formulir permohonan izin pemasaran reklame dan rekomendasi dari camat.

 

Izin tersebut, biasanya akan dicek setiap 5 Tahun sekali. Jika, izinnya tidak diperpanjang, maka Dinas terkait akan melakukan teguran. Jika membandel, petugas berhak mencabut papan reklame itu ,kemudian melelang  besi nya, lalu uang hasil pelelangan disetor  ke Kas daerah.(Red)

Komentar

Pos terkait