Dugaan Pemberian Infus Kadaluarsa ke Pasien, 5 Petugas RSUD Kotapinang Diperiksa

LABUHANBATUSATU|Kotapinang – Sebanyak 5 orang Petugas RSUD Kota Pinang Diperiksa Polres Labuhanbatu, terkait dugaan pemberian infus kadaluarsa kepada pasien anak. Hal itu dibenarkan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan saat berkunjung ke Polsekta Kotapinang, Senin (02/08/2021).

 

“Dugaan penggunaan obat kadaluarsa yang dilaporkan masyarakat, kita dari Sat Reskrim Polres Labuhanbatu sudah melakukan penyelidikan dan saat ini sudah 5 orang kita lakukan wawancara baik dari pihak Rumah Sakit maupun keluarga pasien,”Ujarnya kepada wartawan.

 

 

Kata AKBP Deni Kurniawan, saat ini kasus itu masih diperdalam. jika terjadi tindak pidana sesuai alat bukti, maka kasus tersebut akan ditingkatkan ke penyidikan.

 

“Kalau alat buktinya sesuai, akan kita tingkatkan menjadi proses penyidikan,”Terangnya. 

 

Ditanya, apakah kasus itu akan dikenakan undang undang Kesehatan, Kapolres masih menunggu hasil penyelidikan. 

 

 

“Untuk hukuman nanti kita kenakan undang-undang kesehatan, namun saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti, supaya kita bisa membuat terang peristiwa itu dan kita tetapkan tindak pidana kesehatan,”Jawabnya.

 

Untuk diketahui, Seorang anak, pasien RSUD Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel) Sumatera Utara (Sumut), diduga diberi infus kadaluarsa oleh RS tersebut. Tak terima dengan pelayanan RSUD yang mengecewakan, orang tua pasien kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

 

 

“Ya, pagi itu juga. Ke Polres,” kata ibu pasien, Warhamni Siregar, Jumat (30/7/2021) saat menjawab pertanyaan kapan dia melaporkan kasus ini ke polisi.(Red)

Komentar

Pos terkait