Pembunuhan Ketua MUI Labura Akhirnya Tertangkap, Ketua HMI Desak Ungkap Motif Dan Dalangnya

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Pelaku Pembacokan yang menewaskan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara (Labura) H Aminurrasyid Aruan, akhirnya tertangkap, Selasa (27/07/2021) Malam, Sekira Pukul 20.00 WIB.

 

Pelaku berinisial A, ditangkap setelah petugas Kepolisian bersama warga melakukan pencarian ke arah perkebunan kelapa sawit, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Kabar penangkapan pelaku sempat diabadikan sejumlah warga.

 

“Pelakunya sudah ditangkap,”Ucap Akun Facebook Alvin Lie saat menggelar Siaran langsung.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya Periode 2021-2022 Khairil Hanif Nasution, mengecam keras atas tindakan pembunuhan terhadap salah satu ulama kharismatik di Kabupaten Labura.

 

“Untuk kesekian kalinya publik khususnya umat Islam Indonesia dikejutkan dengan perilaku pembunuhan dengan orang yang tidak dikenal (OTK) yang menyasar ulama kita. Ini suatu bentuk kejahatan yang tidak akan terjadi kecuali dilakukan secara terencana dengan motif yang sistematis dan terorganisir,” Katanya.

 

Menurutnya, sebagai seorang sosok ulama yang sering kali memberikan pencerahan dan kontribusi positif bagi umat dan bangsa, pemerintah daerah melalui pihak keamanan bertanggung jawab untuk menemukan siapa dalang di balik pembunuhan sadis ini.

 

“Pelaku tidak mungkin bergerak atas insiatif sendiri. Investigasi yang menyeluruh sangat kita harapkan agar persoalan ini terang dan terungkap jelas kepada publik. Agar hal ini tidak terulang kembali terhadap ulama dan penceramah lainnya,”Usul Hanif. 

 

Selain mengecam tindakan pembunuhan, Hanif juga meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam di Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk tetap tenang dan tidak bertindak terprovokasi serta bertindak anarkis.

 

“Sudah cukup bangsa ini diuji dengan pandemi mematikan yang hampir tak teratasi hari-hari ini. Mari kita alihkan perhatian dan fokus kita untuk mengendalikan pandemi Covid-19 dengan selalu mematuhi protokol kesehatan, sembari membantu saudara-saudara sebangsa yang mengalami permasalahan ekonomi, sehingga potensi kejahatan tidak turut menjadi efek domino Covid-19 yang membahayakan,” Tutup Hanif. (Red)

Komentar

Pos terkait