Beranda Berita Tak Malu, PT.CB Polaindo Nekat Hadang Rombongan Dewan, Padahal Statusnya Sebagai Rekanan

Tak Malu, PT.CB Polaindo Nekat Hadang Rombongan Dewan, Padahal Statusnya Sebagai Rekanan

58
0

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Dinilai tak tau malu, PT.CB Polaindo nekat menggunakan jasa oknum Ormas Loreng orange, untuk menghadang Rombongan Anggota DPRD Labuhanbatu yang sedang turun menyahuti aspirasi masyarakat. Padahal, Perusahaan tersebut hanya sebagai pihak rekanan dalam pengerjaan Pembangunan Pabrik Kelapa sawit milik PT.HPP di Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah.

 

“Apa yang dilakukan ormas itu, diluar kendali kami,” Ungkap Manager PT.HPP Alfian melalui Kepala Tata Usahanya Winner Pajar Pardede, saat ditemui Rombongan Anggota DPRD Labuhanbatu, Jumat (9/07/2021) kemarin.

 

Ditegaskan Winner, status PT.CB Polaindo dalam pengerjaan Pabrik Kelapa sawit hanya sebatas pihak rekanan, bukan sebagai pemilik.

 

“Pabrik sawit yang dibangun itu milik PT.HPP. sedangkan Fungsi PT.CB Polaindo hanya sebatas pihak rekanan. Jadi, saya mohon maaf, atas kejadian penghadangan itu,”Tegasnya.

Fauzi Anggota DPRD Labuhanbatu Fraksi Partai Gerindra saat meninjau jalan/jembatan rusak

Sayangnya, Pihak Rombongan DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra ini, belum berhasil mempertanyakan tentang izin Pembuatan Pelabuhan sementara, di dusun IV Desa sei Rakyat, dikarenakan Pimpinan PT.HPP sedang berada diluar kota.

 

” Manager di luar kota pak, saya kurang tahu menahu soal izin pelabuhan itu. Namun begitu, akan saya sampaikan kedatangan rombongan dewan ini, kepada Manager setelah pulang dari luar kota,”Tutup Winner.

 

Sementara itu, Sejumlah kelompok mahasiswa di Labuhanbatu, menyayangkan insiden penghadangan rombongan Anggota dewan, yang dilakukan gerombolan ormas beberapa hari yang lalu.

Menurut mahasiswa, Sikap PT.CB Polaindo menggunakan jasa Ormas untuk melakukan penghadang patut dicurigai.

“Mengapa PT.CB Polaindo menggunakan jasa ormas. Tak tau malu dan Itu patut dicurigai. Sebaiknya, DPRD Labuhanbatu, segera memanggil Pimpinan PT.HPP. pertanyakan izin pembuatan Pelabuhan itu, apakah ada atau tidak. Sebab, Pemkab sudah dirugikan, dengan rusaknya jalan rabat beton di daerah itu, bahkan salah satu jembatan nyaris putus. Hal ini, harus ditanggapi serius,”Pinta Amir salah satu mahasiswa di Labuhanbatu. (Red)

Komentar