Gawat, PT.CB Polaindo Halangi Rombongan Dewan Labuhanbatu Pakai Jasa Oknum Ormas

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Ada ada saja ulah PT.CB Polaindo untuk menghalangi Rombongan Anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra. Diduga takut ditanya tentang Izin pembuatan Pelabuhan Khusus Sementara di dusun IV, Desa Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, PT.CB Polaindo nekat menggunakan Jasa belasan Oknum Ormas.

Padahal, Lokasi Pabrik Kelapa Sawit yang dibangun oleh PT.CB Polaindo merupakan milik PT.HPP. dimana, PT.CB Polaindo hanya pihak rekanan dalam mengerjakan pabrik itu.

“Gak boleh masuk. Intinya tidak boleh,”Ungkap Pria berpakaian Preman mengaku bernama Ahmad Dragon didampingi temannya sekitar belasan orang.

Mendengar jawaban itu, Rombong wakil rakyat itu langsung mempertanyakan alasan mereka dilarang masuk. Sebab, Lokasi Pabrik kelapa sawit yang dibangun merupakan milik PT.HPP.

“Apa alasannya gak boleh masuk, tadi saat di pelabuhan khusus sementara, kami diarahkan seorang pria bernama Marhan, agar datang kemari. Setelah sampai sini, kenapa dilarang”Tanya Fauzi Anggota DPRD  Labuhanbatu Fraksi Partai Gerindra ini.

Namun, kelompok Ormas tersebut kembali melarang dengan dalih surat yang ditujukan ke PT.HPP bukan ke PT.CB Polaindo.

“Intinya tidak boleh. Disini PT.CB Polaindo. surat yang bapak bawa ini, untuk PT.HPP bukan untuk PT.CB Polaindo. Jadi, bapak ke kantor PT.HPP. dan kami melarang untuk masuk,”Jawab gerombolan Ormas tersebut.

Karena gerombolan ormas tersebut ngotot melarang, akhirnya Rombongan anggota DPRD Labuhanbatu mengalah dan memilih pergi ke Kantor PT HPP yang lokasinya tidak jauh dari Pabrik Kelapa sawit yang sedang dikerjakan PT.CB Polaindo.

Tampak di palang pintu masuk menuju lokasi Pabrik yang dikerjakan PT.CB Polaindo sebuah mobil berwarna loreng Orange menghadang. Belasan pria berpakaian preman berkumpul sambil berteriak, ‘gak boleh masuk, pergi dari sini’.

Untuk diketahui, PT.HPP saat ini sedang membangun Pabrik Kelapa sawit. Dimana, Pembangunan Pabrik kelapa sawit itu dikerjakan oleh PT.CB Polaindo selaku pihak rekanan. Untuk membangun Pabrik itu, PT.CB Polaindo membangun Pelabuhan Khusus sementara di dusun VI, Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah. Untuk mengangkut kebutuhan pembangunan Pabrik seperti Paku bumi, digunakan angkutan.

Namun, akibat angkutan yang melebihi kapasitas, salah satu jembatan nyaris putus. Bahkan, jalan rabat beton milik Pemkab Labuhanbatu yang dibangun tahun 2018 lalu itu, terlihat sudah mulai rusak. Warga yang protes, mengadukan hal itu ke kantor DPRD Labuhanbatu, sehingga Pihak DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra turun ke lokasi, pada Jumat (9/06/2021) kemarin. (Red)

Komentar

Pos terkait