Beranda Peristiwa Pimred Labuhanbatusatu.com Desak Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Wartawan Di Siantar

Pimred Labuhanbatusatu.com Desak Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Wartawan Di Siantar

40
0

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Pimpinan Redaksi (Pimred) Labuhanbatusatu.com Ahmad Efendi Harahap mendesak pihak Kepolisian Sumatera Utara, agar segera mengungkap Kasus Pembunuhan terhadap Seorang wartawan media online, yang juga Pemimpin Redaksi lasserlassernewstoday.com, Marasalem Harahap, yang terjadi Sabtu (19/6/2021) dini hari.

 

“Kita minta kepada Kapolda Sumut, agar menjadikan kasus ini atensi untuk diselesaikan. Kasih tindakan tegas kepada pelakunya. Supaya ada efek jera dan hal serupa tidak terjadi lagi”Ungkap pria yang sering disapa Fendi.

 

Jika peristiwa pembunuhan tersebut terjadi akibat suatu pemberitaan, Sambung Fendi, hal itu merupakan perbuatan yang tidak dapat ditolerir. Sebab, wartawan dalam bekerja dilindungi UU Pers.

 

“Kalau keberatan atas suatu pemberitaan, silahkan ajukan hak jawab. Ada mekanisme yang harus dijalankan. Ingat, wartawan itu bertindak sebagai mata dan telinga publik. melaporkan peristiwa-peristiwa di luar pengetahuan masyarakat, juga berperan sebagai interpreter, wakil publik, peran jaga, dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi. Tanpa wartawan, masyarakat tidak akan tahu apa isi dunia ini,”Terangnya.

 

Atas peristiwa itu, Fendi pun mengucapkan  rasa dukanya seraya berdoa, kiranya korban ditempatkan sebaik baiknya dan pihak keluarga diberi ketabahan.

 

Untuk diketahui, Seorang wartawan media online, yang juga Pemimpin Redaksi lasserlassernewstoday.com, Marasalem Harahap, ditemukan bersimbah darah diduga setelah ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat hendak pulang ke rumahnya, Sabtu (19/6/2021) dini hari.

 

Mengetahui hal itu, Sontak warga Huta 7 Pasar III, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun heboh saat mendengar suara letusan diduga dari senjata api dan melihat korban bersimbah darah di dalam mobilnya.

 

Farida Isna Harahap, kakak kandung korban menceritakan, Marasalem ditemukan telah bersimbah darah di bangku depan setelah ditembak orang tidak dikenal.

 

“Kejadiannya gak jauh dari rumah adik kami ini. Jadi saat itu warga mendengar suara alarm mobil yang berbunyi setelah terdengar suara letusan senjata. Setelah di cek ternyata almarhum udah terluka,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

 

Dia mengatakan, warga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Vita Insani Kota Pematangsiantar. Namun nyawa korban tidak terselamatkan.

 

Korban mengalami luka bolong pada bagian paha atas. Korban diduga meninggal dunia lantaran kehabisan darah.

 

“Pas dilihat warga dia sudah berlinang darah celananya, tempat duduk sudah basah dengan darah,” ungkapnya.

 

Disinggung soal dugaan penyebab korban tewas ditembak OTK, Farida mengaku tidak mengetahui pasti apa persoalan adiknya itu, namun dia mengaku adiknya itu sangat kritis dan tidak pernah takut dengan siapa pun.

 

Dia mengatakan, korban kerap membuat berita kritis terhadap kondisi yang ada di Pematangsiantar – Simalungun. Bahkan Marasalem kerap memposting berita tersebut di akun Facebooknya.

 

“Kalau kenapa dia (ditembak) gak tahu ya, tapi adik kami ini sangat kritis, memang vokal orangnya, dia selalu memberitakan yang sifatnya kondisi di sana. Dia gak ada takutnya mau itu siapa pun. Di FB (facebook) itu lah semua dibuatnya,” ujarnya. (Red)

Komentar