Kabar Paslon Jebak Warga Pakai Kuitansi, JPPR: Itu Tindakan Buruk, Bertarunglah Secara Kesatria

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Beredarnya kabar Paslon Jebak warga pakai kuitansi menuai kecaman dari elemen masyarakat. Salah satu yang memberikan kecaman adalah Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Labuhanbatu.

 

Kordinator JPPR Kabupaten Labuhanbatu Rovi Suhendro saat diminta tanggapannya, Rabu (16/6/2021), menyesalkan tindakan tersebut. Sebab, tindakan itu mencoreng proses demokrasi Pilkada Labuhanbatu.

 

“itu tindakan yang buruk la ya, apalagi ada paslon menggiring itu. Ya, kalau memang ingin berjuang kepala daerah ya berjuanglah seperti seorang kesatria . Jangan istilahnya memberikan sesuatu kepada masyarakat, tetapi ada istilahnya tanda tangan teken meneken apalagi ancam mengancam, ini kan sudah bisa menjadi alasan bagi penegak hukum, untuk penindak hal itu, apalagi ada masyarakat yg melapor. ha itu kan sudah pasal pengancaman,” Ucapnya.

 

Jika kabar beredar tersebut memang terjadi, Rovi minilai, tindakan itu sangat meresahkan masyarakat yang berada di Lokasi Pemungutan Suara Ulang (PSU).

 

“Kalau memang itu terjadi. itu sungguh meresahkan masyarakat khususnya bagi lokasi yang sedang sekarang PSU. Makanya, kemarin kita minta kepada seluruh penegak hukum untuk lebih intensif. apalagi menerima hal hal informasi seperti itu. apalagi itu pake tanda tangan kwutansi. Kalau memang benar hal itu terjad, itu sungguh mencedrai rasa demokrasi kita sebagai masyarakat,”Terangnya.

 

Saat ditanya, hal apa yang harus dilakukan warga, jika sempat menerima uang dari paslon tersebut, Rovi meminta, agar mengembalikannya dan melapor hal tersebut ke Gakumdu (Polisi, Kejaksaan dan Bawaslu).

 

“kalau untuk warga yg sudah menerima. saya kira kembalikan saja uangnya. kemuďian, silahkan laporkan ke gakumdu, itu gakumdu akan menindak. dari siapa dan siapa yg memberi. itu nanti akan ada, tindakkan oleh gakumdu. kita juga sebagai lembaga yg memantau kegiatan psu yg kedua ini, memang kita ada menerima informasi seperti itu. cuman kita berharap kepada masyarakat beranilah, jangan tidak berani dan jangan takut. karena kita punya penegak hukum, yang bisa melindungi masyarakat itu. jadi silahkan aja. kalo ada masyarakat yg di ancam. terkait untuk memilih salah satu paslon. silahkan laporkan ke gakumdu. kembalikan saja. uang yg diterima,”Tutupnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) beredar kabar, warga di Lokasi PSU dijebak menemui salah satu paslon dan diberikan uang Rp.9 Juta, dengan catatan, bersedia menandatangani kwitansi kosong dan sebagian lagi kuitansi bertuliskan uang titipan. Namun, kabarnya kuitansi yang telah ditandatangani tersebut, tidak boleh dibawa pulang, melainkan tinggal untuk pegangan Paslon.

 

Bahkan, kabar berhembus, warga tersebut juga disumpah di atas Al quran. Dimana, sebelum disumpah, warga diberikan selembar kertas bertuliskan “apabila tidak memilih, satu keluarga akan mendapat celaka”.

 

Kabar tersebut, dibenarkan salah seorang warga berinisial A. Namun, kabar yang beredar itu, tidak sepenuhnya diketahuinya secara pasti.

 

“Kalau dipanggil ke rumah salah satu paslon itu memang ada, dan kabar menandatangani kuitansi itu juga ada. Tapi, saya gak tahu isinya. Karena, saya sudah berulang kali ditelpon disuruh kesana. Tapi saya gak mau,”terangnya saat bincang bincang di seputaran Lokasi PSU.

 

Dijelaskannya, setiap hari ia dihubungi oleh Tim Paslon tersebut, agar datang dan mau mengambil uang itu.

 

“Sehari mau 5 kali ditelpon oleh utusan paslon tersebut. Katanya, jika mau ke rumah paslon itu, akan pergi ke pulau bahagia. Maksudnya, uang yang diberikan sangat besar,”Jelasnya.

 

Meski di iming iming, A mengaku tetap menolak datang kerumah paslon tersebut. Sebab, Ia mengaku takut, jika paslon itu kalah, uang yang telah diberikan akan ditagih kembali .

 

“Daripada malu, mending tak usah kesana. Bikin sakit kepala itu,”Jawabnya.

 

Pantauan Wartawan, di media sosial Facebook juga berseliweran postingan kabar tersebut. Bahkan warga net, menghimbau warga tidak menerima uang itu dan bagi yang sudah menerima agar mengembalikannya. (Red)

Komentar

Pos terkait