Kapolda Datang Ke Labuhanbatu, Warga Yakin Dalang Perusuh Di Lokasi PSU Segera Ditangkap

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Sabtu (12/6/2021) Sekira Pukul 12.00 WIB, Tiba di Kota Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu, dengan menggunakan Helikopter.

Kedatangan Orang Nomor 1 Kepolisian di Sumatera Utara itu, dikabarkan terkait persiapan personil dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar di 2 TPS pada 19 Juni 2021 mendatang, di TPS 07 dan 09 Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan.

Kedatangan Kapolda tersebut, mendapat apresiasi dari warga Labuhanbatu. Sebab, Warga Labuhanbatu yakin, Dalang/Otak Pelaku perusuh di Lokasi TPS 09 akan segera ditangkap.

“Kami yakin, dengan datangnya Kapolda, dalang/otak pelaku perusuh di lokasi PSU, akan segera ditangkap. Sebab, Kapolda Sumatera Utara memiliki sikap tegas dalam memberantas premanisme,” Ucap Sofyan, salah satu Kelompok Mahasiswa Labuhanbatu.

Menurut Sofyan, pengambil alihan kasus kerusuhan di lokasi PSU oleh Polda merupakan langkah yang tepat. Sebab  dengan diambil alihnya kasus itu, memudahkan Pihak Kepolisian untuk menangkap Dalang/Otak Pelakunya.

“Kami yakin, dengan diambil alihnya kasus ini, memudahkan Pihak Kepolisian untuk menangkap Dalang/Otak Pelakunya. Apalagi, Stagmen Kapolri sudah jelas, memberantas aksi premanisme untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Dan itulah yang dilakukan Kapolda Sumatera Utara saat ini. Dan kami memberikan apresiasi kepada Kapolda,”Ungkapnya.

Diberitakan Sebelumnya, Sejumlah Elemen Mahasiswa di Labuhanbatu mendukung penuh kinerja Kapolres untuk menangkap Dalang/Otak Pelaku Perusuh di Lokasi PSU (TPS 09) Jalan AMD Simpang Mangga, Kelurahan Bakaran Batu. Dukungan tersebut diberikan, untuk menciptakan suasana Kondusifitas menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Tahap II, yang akan digelar 19 Juni 2021 mendatang.

“Kami mendukung kinerja Kapolres Labuhanbatu, untuk menangkap otak pelakunya,”Ucap Budi, Pengurus Kelompok Mahasiswa Peduli Labuhanbatu, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, Para pelaku yang melakukan tindakan penyerangan terhadap warga di Lokasi PSU tersebut, harus benar benar digali keterangannya. Sebab, berdasarkan pengakuan korban, pagar rumah yang dikunjunginya, seketika dilempar begitu saja oleh para pelaku, tanpa ada masalah.

“Pengakuan korban, mereka sedang duduk santai di klinik pak Mora. Tiba tiba para pelaku melempar rumah itu. Nah, pertanyaannya,  kenapa harus rumah itu dilempar para pelaku. Padahal, korban dan pelaku tidak kenal. Siapa yang menyuruh para pelaku melempar rumah itu. Ini yang menjadi tanda tanya bagi kita,”bilangnya.

Hal serupa juga dikatakan Setiadi. Mahasiswa Labuhanbatu dari Kelompok Peduli hukum ini, juga merasa aneh dengan insiden tersebut. Sebab, Usai melempar rumah warga, Para pelaku kabur dan kembali membawa pasukan untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.

“Setelah rumah itu dilempar, kenapa para pelaku bubar dan kemudian datang lagi membawa pasukan sekitar 8 orang, dan langsung menghajar korban, yang saat itu hanya berjumlah 3 orang. Dengan limit waktu yang sangat singkat. Artinya, kita menilai, pasukan yang datang itu, sedang berkumpul di suatu tempat dan jaraknya sangat dekat dengan lokasi PSU. Nah, ini yang saya kira perlu ditelusuri,”Terangnya.

Namun begitu, Setiadi berkeyakinan, dalam waktu dekat, Polres Labuhanbatu akan menangkap otak pelakunya.

“Kami yakin, Kapolres Labuhanbatu bisa segera menangkap otak pelakunya. Sebab, Kapolres memiliki sikap yang tegas dan menangani suatu masalah. Dan kami mendukung penuh, kinerja Kapolres Labuhanbatu,”Tutupnya.

Untuk diketahui, Segerombolan diduga salah satu Ormas, melakukan pelemparan rumah warga di Lokasi PSU. Saat itu, di rumah tersebut, ada 3 warga sedang duduk santai. Tiba tiba, pagar rumah yang juga klinik kesehatan tersebut, dilempar oleh para pelaku.

Warga yang kaget, langsung mempertanyakan kepada pelaku. Disitu, para pelaku mendorong korban dan pergi. Namun, beberapa menit kemudian, para pelaku membawa pasukan berjumlah 8 orang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap warga, yang diketahui bernama Wahyu.

Beruntung, warga sekitar langsung menyelamatkan korban dan langsung membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu. Tangan dan Kakinya terdapat luka akibat dianiaya. Kemudian, Polres Labuhanbatu langsung bertindak dan menangkap 4 orang pelaku dan saat ini sedang memburu dalang/otak pelakunya. Sedangkan kasus ini, sedang ditangani Polda Sumatera Utara.(Red)

Komentar

Pos terkait