Masyarakat Labuhanbatu Penasaran, Siapa Dalang/Otak Pelaku Perusuh Di Lokasi PSU  

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Sejumlah Elemen Masyarakat Labuhanbatu mengaku penasaran, siapa dalang/Otak Pelaku Perusuh di TPS 09 (Lokasi PSU), Jalan AMD Simpang Mangga, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, yang terjadi Minggu (6/6/2021) Malam Sekira Pukul 23.45 WIB.

 

” sangat penasaran, soalnya empat pelaku sudah ditangkap polisi. Tinggal otak pelakunya yang diburu polisi,”Ucap Ridho, salah satu Kelompok Mahasiswa Labuhanbatu, Jumat (11/6/2021).

 

Meski tenga diburu pihak Kepolisian, Ridho berkeyakinan, Dalang/Otak Pelaku perusuh di Lokasi PSU tersebut, dalam waktu dekat akan segera ditangkap.

 

“Kita yakin, Polres Labuhanbatu dapat menangkap Dalang/Otak pelakunya dalam waktu dekat ini,”Bilangnya.

 

Hal serupa juga dikatakan Yasin dan Makmur. Kedua Pengurus abang Becak di Labuhanbatu ini, juga berkeyakinan, Dalang/Otak Pelaku Perusuh di Lokasi PSU akan segera tertangkap. Sebab, Lokasi PSU merupakan Atensi dari Mahkama Konstitusi RI, untuk pengamanan.

 

“Sudah jelas putusan MK kemarin, pihak Kepolisian diperintahkan menjaga keamanan di Lokasi PSU. Artinya, Ini sudah menjadi Atensi. Makanya, kami yakin, Dalang /Otak Pelakunya akan segera ditangkap. Dan kami percaya, Kapolres Labuhanbatu bisa menangkapnya. Alalagi, Kapolri sudah mengeluarkan stagmen untuk memberantas aksi premanisme,”Pungkasnya.

 

Diberitakan Sebelumnya, Sejumlah Elemen Mahasiswa di Labuhanbatu mendukung penuh kinerja Kapolres untuk menangkap Dalang/Otak Pelaku Perusuh di Lokasi PSU (TPS 09) Jalan AMD Simpang Mangga, Kelurahan Bakaran Batu. Dukungan tersebut diberikan, untuk menciptakan suasana Kondusifitas menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Tahap II, yang akan digelar 19 Juni 2021 mendatang.

 

“Kami mendukung kinerja Kapolres Labuhanbatu, untuk menangkap otak pelakunya,”Ucap Budi, Pengurus Kelompok Mahasiswa Peduli Labuhanbatu, Kamis (10/6/2021).

 

Menurutnya, Para pelaku yang melakukan tindakan penyerangan terhadap warga di Lokasi PSU tersebut, harus benar benar digali keterangannya. Sebab, berdasarkan pengakuan korban, pagar rumah yang dikunjunginya, seketika dilempar begitu saja oleh para pelaku, tanpa ada masalah.

 

“Pengakuan korban, mereka sedang duduk santai di klinik pak Mora. Tiba tiba para pelaku melempar rumah itu. Nah, pertanyaannya,  kenapa harus rumah itu dilempar para pelaku. Padahal, korban dan pelaku tidak kenal. Siapa yang menyuruh para pelaku melempar rumah itu. Ini yang menjadi tanda tanya bagi kita,”bilangnya.

 

Hal serupa juga dikatakan Setiadi. Mahasiswa Labuhanbatu dari Kelompok Peduli hukum ini, juga merasa aneh dengan insiden tersebut. Sebab, Usai melempar rumah warga, Para pelaku kabur dan kembali membawa pasukan untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.

 

“Setelah rumah itu dilempar, kenapa para pelaku bubar dan kemudian datang lagi membawa pasukan sekitar 8 orang, dan langsung menghajar korban, yang saat itu hanya berjumlah 3 orang. Dengan limit waktu yang sangat singkat. Artinya, kita menilai, pasukan yang datang itu, sedang berkumpul di suatu tempat dan jaraknya sangat dekat dengan lokasi PSU. Nah, ini yang saya kira perlu ditelusuri,”Terangnya.

 

Namun begitu, Setiadi berkeyakinan, dalam waktu dekat, Polres Labuhanbatu akan menangkap otak pelakunya.

 

“Kami yakin, Kapolres Labuhanbatu bisa segera menangkap otak pelakunya. Sebab, Kapolres memiliki sikap yang tegas dan menangani suatu masalah. Dan kami mendukung penuh, kinerja Kapolres Labuhanbatu,”Tutupnya.

 

Untuk diketahui, Segerombolan diduga salah satu Ormas, melakukan pelemparan rumah warga di Lokasi PSU. Saat itu, di rumah tersebut, ada 3 warga sedang duduk santai. Tiba tiba, pagar rumah yang juga klinik kesehatan tersebut, dilempar oleh para pelaku.

 

Warga yang kaget, langsung mempertanyakan kepada pelaku. Disitu, para pelaku mendorong korban dan pergi. Namun, beberapa menit kemudian, para pelaku membawa pasukan berjumlah 8 orang dan langsung melakukan pengeroyokan terhadap warga, yang diketahui bernama Wahyu.

 

Beruntung, warga sekitar langsung menyelamatkan korban dan langsung membuat pengaduan ke Polres Labuhanbatu. Tangan dan Kakinya terdapat luka akibat dianiaya. Kemudian, Polres Labuhanbatu langsung bertindak dan menangkap 4 orang pelaku dan saat ini sedang memburu dalang/otak pelakunya. Sedangkan kasus ini, sedang ditangani Polda Sumatera Utara.(Red)

Komentar

Pos terkait