HMI Jakarta Pusat Utara Mengutuk Keras Polisi Israel, Ini Alasannya !

LABUHANBATUSATU | Jakarta – Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara Kakanda Badai Ahtadera mengutuk bentrok antara polisi israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa Yarusalem. Badai menyebut tindakan polisi itu sebagai ‘serangan keji biadab Israel’.

 

Dilansir AFP, Minggu (9/5/2021) lebih dari 200 orang terluka ketika polisi anti huru-hara Israel bentrok dengan warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Jumat malam. Peristiwa ini menutup seminggu kekerasan di Kota Suci dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

 

“hampir setiap Ramadhan serangan keji biadab selalu dilakukan terhadap masjid Al-Aqsa,Kami sangat Mengutuk Keras Perbuatan tersebut,” kata Badai di Akun Instagramnya.

 

“‘Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim No 4685)
Kami akan terus berdoa dan berada di sisi saudara dan saudari Palestina dalam segala situasi,” kata Badai.

 

Palestina menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain, Mengutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.”lanjut Badai

 

Badai juga meminta kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dibawah Kepemimpinan Saudara PJ Ketum Abdul Muis dan Sekjend Akbar Hanubun untuk mengambil langkah langkah terukur dan mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengecam tindakan Israel tersebut,

 

Sebelumnya, bentrokan berdarah antara polisi Israel dengan warga Palestina yang ada di masjid Al-Aqsa pecah. Bentrokan yang membuat ratusan orang terluka ini terjadi usai buka puasa. Sedikitnya 178 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) malam waktu setempat. Polisi Israel menggunakan peluru karet dan granat kejut terhadap warga Palestina yang melemparkan batu ke arah mereka.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/5/2021), bentrokan ini pecah saat kemarahan memuncak di kalangan warga Palestina terkait potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka yang tanahnya diklaim oleh para pemukim Yahudi yang menggugat ke pengadilan. (Jagul)

Komentar

Pos terkait