Beranda Berita Partai Golkar Walk Out. Faisal Mahrawa: Jangan Biarkan Kebencian Memimpin Labuhanbatu

Partai Golkar Walk Out. Faisal Mahrawa: Jangan Biarkan Kebencian Memimpin Labuhanbatu

37
0

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Hari ini, Rabu (5/5), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Labuhanbatu menggelar rapat paripurna pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati Labuhanbatu dan Wakil Bupati terpilih tahun 2020.

Sidang yang sempat diwarnai interupsi dari Ketua Fraksi Partai Golkar, Haryanto Ritonga untuk menunda pengumunan hasil penetapan itu dianggap mencederai dan diduga karena ada kebencian segelintir pihak kepada sosok pemimpin Labuhanbatu yang baru saja terpilih secara demokratis.

Demikian pendapat pengamat politik Universitas Sumatera Utara, Faisal Mahrawa. Faisal menganggap tindakan ini kekanak-kanakan dan berlebihan.

” Tindakan Fraksi Partai Golkar DPRD Labuhanbatu yang walk out dari sidang paripurna adalah tindakan yang kekanak-kanakan dan berlebihan”, kata Faisal kepada media Rabu sore.

Sebagaimana yang dilansir media hari ini, Fraksi Partai Golkar melakukan tindakan walk out dengan alasan keputusan KPU Labuhanbatu masih berproses di Mahkamah Konstitusi, seperti yang disampaikan oleh Haryanto ketua fraksi Partai Golkar.

Menurut Faisal berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, DPRD diwajibkan untuk mengumumkan pasangan calon terpilih yang telah ditetapkan KPU, maksimal 5 hari setelah menerima salinan keputusan KPU tersebut.

Apalagi hasil akhir melalui pemungutan suara ulang (PSU) juga sudah ditetapkan oleh KPU. Tidak ada alasan DPRD untuk menunda.

“Berdasarkan regulasi sudah benar DPRD melalui paripurna mengumumkan hasil terkait pilkada. Tidak ada alasan lagi untuk menunda. DPRD Labuhanbatu harus mengumumkan pasangan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar sebagai Bupati Labuhanbatu dan Wakil Bupati terpilih dalam Pilkada 2020,” kata Faisal.

Selanjutnya dosen Ilmu Politik FISIP USU ini mengatakan bahwa jangan sampai karena kebencian dari segelintir orang kepada sosok pemimpin yang terpilih ini, membuat agenda politik menjadi terganggu.

Paslon yang didukung oleh PDIP, Nasdem, Hanura, PKB, PBB dan PKS ini sudah dinyatakan terpilih berdasarkan rekapitulasi Pilkada yang telah digelar KPU Labuhanbatu usai pemungutan suara ulang.

“Jangan sampai karena kebencian dari segelintir orang kepada sosok pemimpin yang terpilih ini, membuat agenda politik menjadi terganggu. Jangan biarkan kebencian memimpin Labuhanbatu,” demikian Faisal. (Red)

Komentar