Labuhanbatu (Harus) Berbenah

Oleh: Dr. (cand.) Faisal Andri Mahrawa, S.IP., M.Si

 

Komisi Pemilihan Umum Labuhanbatu telah selesai menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara setelah pemungutan suara ulang (PSU). Pleno yang dilakukan pada Selasa (27/4) tersebut dengan hasil pasangan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar (ERA) unggul dengan selisih yang sangat tipis 310 suara.

Hasil ini merupakan perjalanan panjang proses pemilihan kepala daerah setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan KPU Labuhanbatu untuk melaksanakan pemungutan suara ulang di 9 TPS, yaitu 5 TPS di Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, 2 TPS di Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara dan 1 TPS di Kelurahan Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, serta 1 TPS di Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir.

 

Proses pemilihan yang panjang ini tentu saja bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru menjadi awal bagi Labuhanbatu untuk sebuah ikhtiar, berbenah diri menyongsong Labuhanbatu yang lebih baik lagi sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih yang sudah disampaikan dalam banyak kesempatan.

 

Visi Misi dan Momentum Perubahan

Pada banyak kesempatan pasangan Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar (ERA) menyampaikan visi misi yang sangat bernas, terwujudnya masyarakat maju yang berkarakter dan sejahtera. Melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan yang berkualitas, prioritas pembangunan dengan pemberdayaan masyarakat, kualitas pendidikan dan budaya, pelayanan kesehatan, pelayanan publik dan birokrasi, perbaikan infrastruktur dan peluang investasi.

 

Visi misi dan program unggulan ini akan menjadi isapan jempol semata jika ERA tidak mampu memanfaatkan momentum perubahan yang menjadi kebutuhan masyarakat Labuhanbatu. Momentum ini harus diraih, bukan dengan kata-kata indah, seindah visi misi tetapi justru dengan aksi dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya.

Visi misi dan program ini harus diwujudkan dengan agenda aksi yang tidak saja progresif tetapi juga harus dipahami oleh segenap birokrasi dan masyarakat secara luas.

 

Dengan kata lain, ERA harus mampu mengejawantahkan visi misi dan program unggulan itu dalam strategi pembangunan yang lebih adaptif, responsif dan paripurna.

 

Merangkul Bukan Memukul

Memanfaatkan momentum perubahan tentu saja perlu dukungan banyak pihak. Dengan kata lain Bupati dan Wakil Bupati terpilih bukanlah dengan berbangga hati menjadi super hero yang mampu bekerja sendiri, untuk mewujudkan visi misi. Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus dengan kesadaran penuh dan rendah hati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyongsong perubahan hakiki.

Pemimpin sejati bukanlah pemimpin yang mudah jumawa karena menang pemilihan, tetapi justru memilih jalan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Sudah saatnya sekat-sekat yang ada saat kontestasi dilepaskan. Bahwa ERA adalah milik masyarakat Labuhanbatu seluruhnya, bukan hanya pemilihnya.

 

Keinginan yang kuat untuk merangkul seluruh elemen masyarakat sesungguhnya akan lebih memudahkan jalannya roda pemerintahan. Merangkul bukan memukul. Bukan zamannya lagi menjalankan pemerintahan dengan tangan besi. Menjauhkan pemimpin dengan masyarakatnya. Masyarakat Labuhanbatu yang relatif terbuka justru menginginkan sosok pemimpin yang membumi yang dekat dengan masyarakatnya.

Oleh karena itu semangat kolaborasi harus dijadikan energi positif untuk mengajak berbagai pihak bersama-sama mewujudkan visi misi.

 

Hal ini harus dibarengi dengan semangat gerak cepat karena Labuhanbatu sudah tertinggal dari daerah lain. Semangat gerak cepat ini bukan berarti berjalan tergopoh-gopoh. Gerak langkah tentu saja haruslah dengan perhitungan dan strategi yang matang. Konsolidasi internal harus segera dilakukan, agar terbentuk organisasi yang tanggap dan responsif. Keinginan yang kuat untuk mewujudkan good governance harus dimulai dengan birokasi yang baik, profesional dan tentu saja loyal kepada pemimpinnya.

 

Integritas dan Ketauladanan

Mewujudkan visi misi bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain dengan semangat kolaborasi dan gerak cepat, ia harus dibarengi dengan integritas dan ketauladanan pemimpin. Labuhanbatu hari ini seolah dijauhkan dari sosok pemimpin yang berintegritas dan memberi tauladan bagi masyarakatnya. Sosok pemimpin yang dipercaya satu kata dengan perbuatan, merasakan detak nadi masyarakatnya.

Integritas dan ketauladanan adalah sebuah keniscayaan. Hal ini akan mengembalikan kepercayaan diri masyarakat untuk menaruh harapan kepada pemimpinnya.

 

Tak bisa dipungkiri bahwa Labuhanbatu adalah daerah yang memiliki potensi yang jika dikelola dengan baik akan menjadi daerah yang maju dan cukup disegani. Kenyataan ini harus dibarengi dengan hadirnya sosok pemimpin yang membumi, down to earth. Pemimpin yang malu melihat masyarakatnya hidup sengsara, pemimpin yang mau meluangkan banyak waktu dan memberi atensi serta solusi bagi derita masyaraktnya.

 

Integritas dan ketauladanan akan menautkan hati dan pikiran pemimpin dengan rakyatnya. Karena pada akhirnya, rakyat akan bersepakat, bahwa selain menaruhkan harapan pada pemimpinnya, ia juga secara sukarela terpanggil untuk berjuang bersama agar daerahnya berkembang maju menuju Labuhanbatu yang dicita-citakan bersama. Itulah mengapa Labuhanbatu harus berbenah. Semoga.

Penulis adalah Akademisi Ilmu Politik FISIP USU tinggal di Medan.

Komentar

Pos terkait