Nasib Security Pasar Gelugur Rantauprapat, Walau Sakit Gaji Dipotong Rp 20 ribu

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat- Beginilah nasib Security di pasar Gelugur Rantauprapat. Gaji mereka harus dipotong Rp.20 Ribu jika tidak masuk kerja sehari. Walaupun, kondisi mereka sakit dan memiliki surat keterangan sakit.

 

“Gaji cuma Rp.1 Juta perbulan, tapi, kalau kita sakit, dipotong Rp.20 ribu,”Ungkap salah satu security yang tak mau namanya ditulis, Senin (5/4/2021).

 

Dijelaskannya, kebijakan pemotongan gaji walau sedang sakit itu, diberlakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Labuhanbatu, sejak bulan februari 2021. 

 

“Dalam kontrak kerja gak ada ditulis pemotongan gaji walau sedang sakit. Namun, di lapangan, gaji kami dipotong. Anehnya, uang pemotongan itu dikembalikan ke kas daerah. Apa bisa dan bagaimana pula teknis pengembaliannya,”Jelasnya.

 

Parahnya, sambung Sumber, selain pemotongan gaji walau sedang sakit, mereka juga dipaksa kerja selama 12 jam setiap hari tanpa uang lembur.

 

“Masuk kerja mulai pukul 07.30 WIB sampai 19.30 WIB. Uang lembur gak ada bang. Bahkan, dalam kontrak kerja kami dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan, dimana isinya, kami bersedia tidak menuntut gaji, jika keuangan daerah tidak ada. Apa bisa kerja tanpa digaji bang,”Keluhnya.

 

Untuk itu, Ia berharap kepada DPRD Labuhanbatu agar melakukan pengawasan dan perlindungan kepada para security yang bekerja di Pasar Gelugur Rantauprapat.

 

“Kami mohon kepada bapak dan Ibu DPRD Labuhanbatu, tolong bantu dan lindungi kami. Gak tak tau harus mengadu kemana. Kalau kami melawan, kami akan dipecat, kalau didiamkan, kami terus ditindas,”Harapnya. 

 

Sementara itu, Kepala Disperindag Labuhanbatu Chairuddin Nasution belum berhasil dikonfirmasi soal tersebut. (Red)

 

Komentar

Pos terkait