Dugaan Intimidasi ASN, DPRD Ancam Laporkan ke Gubsu dan Mendagri

Labuhanbatusatu | Rantauprapat – DPRD Kabupaten Labuhanbatu mengancam akan melaporkan ke Gubernur Sumatera Utara dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), jika terjadi intimidasi terhadap ASN dan tenaga honorer di Pemungutan Suara Ulang 24 April 2021 ini.

 

Wakil Ketua DPRD kabupaten Labuhanbatu Zuraidah Harahap kepada wartawan, meminta kepada Kepala Dinas, Camat, Lurah agar tidak lagi melakukan Intimidasi terhadap ASN dan tenaga honorer yang tempat tinggal mereka akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Kepala Dinas, Camat, Lurah harusnya memberikan edukasi politik pada masyarakat, bukan melakukan intimidasi terhadap ASN dan tenaga honorer dan mengarahkan pilih salah satu paslon.

 

Zuraidah menegaskan, jika intimidasi terhadap ASN dan tenaga honorer masih ditemukan di lapangan sampai pada ancaman pemindahan tugas baik ASN dan pemecatan terhadap honorer, DPRD akan mengambil langkah tegas yakni menyurati Gubernur Sumatera Utara dan Menteri Dalam Negeri.

 

“Secara kelembagaan bisa dikeluarkan surat tersebut,” pungkasnya.

 

Zuraidah menambahkan, ASN diwajibkan memberikan hak suaranya tapi dilarang untuk mengikuti atau mengkampanyekan salah satu pasangan calon. Namun, mendengar visi dan misi serta program pasangan calon itu bisa dan wajib, dalam rangka mensinergikan harapan mereka dengan apa yang akan dibuat oleh calon kepada daerah kedepannya. 

Komentar

Pos terkait