Beranda Berita Mahasiswa Dukung Kejari, Usut Dugaan Korupsi Di Dinas Pendidikan Labuhanbatu Rp.5,2 Milyar

Mahasiswa Dukung Kejari, Usut Dugaan Korupsi Di Dinas Pendidikan Labuhanbatu Rp.5,2 Milyar

64
0

LABUHANBATUSATU |Rantauprapat – Sejumlah Mahasiswa mendukung penuh, Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku, atas Laporan Dugaan Korupsi Dana Bos Afirmasi dan Kinerja Senilai Rp.5,2 Milyar, yang saat ini laporannya tengah ditangani Pihak Kejari Labuhanbatu.

 

“Saya selaku mahasiswa di Labuhanbatu, mendukung Kejari untuk menindaklanjuti laporan dugaan korupsi itu,”Dukung Mahasiswa bernama Heri, Sabtu (27/3/2021).

Dukungan serupa juga diucapkan Mahasiswa  bernama Rendi dan Fitri, mereka juga mendukung Kejari dalam memberantas Korupsi yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

“Kami yakin, laporan kasus korupsi itu bakal dilanjutin. Sebab, kami nilai, pihak Kejari melakukan penindakan kasus Korupsi tanpa pandang bulu. Contohnya, mantan Plt.Kadis Perkim Labuhanbatu yang dieksekusi kemarin. Itu pertanda, bahwa Kejari Labuhanbatu sangat serius, dan berani, tanpa ada pandang bulu,”Katanya.

Informasi yang dihimpun, Adapun laporan dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan yang sudah masuk ke Kantor Kejari Labuhanbatu, tentang Dana Bos Afirmasi dan Kinerja. Dana itu, diperuntukkan untuk membeli perlengkapan penangan Covid 19.

 

Dimana, sebanyak 67 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020. Setiap sekolah masing-masing menerima sebesar Rp. 60 Juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, Sekolah Menengah juga mendapatkan kucuran dana BOS Afirmasi dan dana Bos Kinerja dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebanyak 21 sekolah yang tersebar di 7 Kecamatan se- Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, dengan anggaran yang sama sebesar Rp. 60 Juta. Jumlah dana yang kucur ke rekening Sekolah Dasar sebesar Rp. 4,02 milyar dari 67 SD dan Sekolah Menengah sebesar Rp.1,26 Milyar  dari 21 Sekolah Menengah. (Red)

Komentar