Ada Apa ? LSM Kiamat Cabut Laporan Bos Afirmasi Dan Kinerja di Kantor Kejari Labuhanbatu

LABUHANBATUSATU | MEDAN – Tidak diketahui pasti, penyebab LSM Kiamat hendak mencabut laporan dugaan Korupsi Dana Bos Afirmasi dan Kinerja senilai Rp.5,2 Milyar di Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu tahun 2020. Padahal, beberapa waktu lalu, mereka telah melayangkan Laporan dugaan Korupsi itu Ke Kantor Kejari Labuhanbatu.

Informasi yang dihimpun, Dana Bos Afirmasi dan Kinerja itu, diperuntukkan untuk membeli perlengkapan penangan Covid 19. Dimana,
sebanyak 67 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020. Setiap sekolah masing-masing menerima sebesar Rp. 60 Juta dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, Sekolah Menengah juga mendapatkan kucuran dana BOS Afirmasi dan dana Bos Kinerja dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sebanyak 21 sekolah yang tersebar di 7 Kecamatan se- Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, dengan anggaran yang sama sebesar Rp. 60 Juta. Jumlah dana yang kucur ke rekening Sekolah Dasar sebesar Rp. 4,02 milyar dari 67 SD dan Sekolah Menengah sebesar Rp.1,26 Milyar  dari 21 Sekolah Menengah.

Atas Laporan itu, Kejari Labuhanbatu diminta agar tetap memprosesnya. Sebab, Jika laporan itu tidak diproses, maka proses laporan penanganan kasus korupsi di lembaga timbangan itu akan tercoreng.

“Kami akan kawal dan mendukung penuh kejaksaan, untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di dinas pendidikan” Pinta Dedi, Aktivis Peduli Penangan Korupsi Sumatera Utara. (Realis).

Komentar

Pos terkait