Beranda Berita Nasib Kota Rantauprapat, Dulu Idaman Sekarang Memprihatinkan

Nasib Kota Rantauprapat, Dulu Idaman Sekarang Memprihatinkan

178
0

LABUHANBATUSATU | Rantauprapat – Kota Rantauprapat pada tahun 1993 yang lalu, pernah meraih piala Adipura karena kebersihan dan kesejukannya. Sehingga, Kota Rantauprapat melekat dengan sebutan ‘Rantauprapat Kota Idaman’. Hal itu dibuktikan dengan didirikannya sebuah Tugu, tepatnya di Samping Kompi Yonif 126 dan sebuah Tulisan ‘Rantauprapat Kota Idaman’ di Jalan Air Bersih. 

 

Namun, hal itu menjadi pudar, dikarenakan saat ini kondisi Kota Rantauprapat sangat memprihatinkan. Banyaknya tumpukan sampah di Jalinsum By.Pass H.Adam Malik, dan beberapa ruas Jalan Kota Rantauprapat.

 

Tak hanya itu saja, saluran drainase di Kota Rantauprapat juga terlihat buruk. Terjadi pendangkalan saluran drainase, sehingga, ketika hujan turun, air meluap ke ruas jalan. Parahnya, ditemukan juga saluran drainase berubah jadi tumpukan sampah dan ada pula sudah rata tertimbun oleh tanah.

 

Informasi yang diterima, persoalan tersebut terjadi dikarenakan, adanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, membuang sampah sembarang dan minimnya kesadaran untuk melakukan gotong royong. Namun, masyarakat tidak bisa disalahkan. Mereka harus dibina dan diberikan pemahaman. Agar hal itu, tidak terulang kembali.

 

Selain itu, belum dibayarkan upah kerja, para petugas kebersihan di Lingkungan Hidup dan PUPR Labuhanbatu selama 3 Bulan, juga menjadi faktor utama masalah tersebut. Sehingga, para petugas kebersihan tidak punya biaya operasional untuk membersihkannya.

 

Tidak diketahui pasti, apa penyebab mereka belum menerima gaji. Akan tetapi, hal itu akan diketahui, disaat Pemkab Labuhanbatu melaporkan pertanggungjawaban keuangan mereka ke DPRD Labuhanbatu pada bulan Juni 2021 mendatang.

 

Terlepas dari itu semua, Warga Rantauprapat berharap kepada Pemkab dan DPRD Labuhanbatu agar menyelesaikan masalah itu semua. Sehingga, kenyaman dan kesejukan Kota Rantauprapat kembali seperti pada tahun 1993 yang lalu. (Red)

 

Komentar