Kisah Pilu Petugas Pengorek Parit, 3 Bulan Tak Gajian Terpaksa Makan Kerupuk

Foto: kompas.com

 

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Sebuah kisah pilu dialami seorang petugas pengorek parit di Dinas PUPR Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Dimana, akibat upahnya tidak dibayar selama 3 bulan, Ia terpaksa makan kerupuk bersama istrinya di rumah.

Sembari memohon agar namanya dirahasiakan, Ia mengaku sejak sebulan terakhir terpaksa makan kerupuk sebagai pengganti lauk.

“Sudah sebulan ini, kami dirumah bersama istri makan kerupuk,” ungkapnya saat ditanya wartawan, Kamis (18/3/2021).

Tak tahan makan kerupuk, Istrinya terkadang terpaksa ngutang ke warung yang dekat rumahnya. Namun, karena hutang sudah menumpuk, mereka tidak lagi diperbolehkan oleh pemilik warung.

“Sudah banyak hutang kami di warung bang. Itulah rencana ku, kalau gajian nanti membayar hutang. Tapi, sudah 3 bulan, upah kami gak dibayar. Malu kami sama pemilik warung dekat rumah,” ucap sumber dengan linangan air mata.

Tangkapan layar curahan hati salah seorang pembersih drainase kepada redaksi labuhanbatusatu.com

Diakuinya, Ia bersama 18 orang rekannya pernah mempertanyakan persoalan upah mereka kepada atasannya. Namun, mereka diancam dengan alasan akan diputuskan kontrak kerjanya.

“Kalau kami nuntut 3 bulan gaji itu, kami diancam. Kontrak kerja diputuskan. Serba salah lah bang,” keluhnya.

Dijelaskannya, di dalam kontrak kerja dituliskan, mereka digaji per harinya Rp.35 ribu. Setiap hari mereka bekerja masuk ke dalam saluran Drainase yang tersumbat di seputaran Kota Rantauprapat, untuk membersihkan sampah. Walau air kotoran beraroma bau busuk, sesekali masuk kedalam mulutnya.

“Pernah tertelan air kotoran itu, besoknya sakit perut. Itulah resiko kami bekerja sebagai petugas pengorek parit ini,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada DPR RI dan Menteri Tenaga Kerja agar menanggapi masalah yang dihadapinya saat ini.

“Tolong kami Pak DPR dan Pak Menteri. Bantu kami, istri saya sudah tak tahan makan kerupuk setiap hari. Tolong bayarkan gaji kami,” pintanya.

Komentar

Pos terkait