Beranda Berita Di Tapteng Petugas Kebersihan Dapat Uang Dan Bantuan, Di Labuhanbatu Gajinya Tersendat

Di Tapteng Petugas Kebersihan Dapat Uang Dan Bantuan, Di Labuhanbatu Gajinya Tersendat

44
0

LABUHANBATUSATU | Rantauprapat- Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Bupatinya Bakhtiar Sibarani memberikan penghargaan kepada 237 petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan memberikan Bantuan 10 Kg Beras dan Uang Lauk  Pauk. Sedangkan Kabupaten Labuhanbatu gaji petugas kebersihannya tersendat. Padahal, Kabupaten Labuhanbatu sempat dijuluki ‘Kota Dollar’ karena penghasil kelapa sawit.

 

Melihat kondisi itu, Pengamat Labuhanbatu dari Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rahmat Fajar Sitorus menilai,  perlunya perbaikan dan peningkatan sistem administrasi di DLH Labuhanbatu, terkait Retribusi sampah masyarakat dengan jumlah petugas kebersihan. Sebab, berdasarkan Pantauannya di lapangan, masyarakat jarang sekali tersendat melakukan pembayaran pengangkutan sampah.

 

“Seharusnya gaji petugas kebersihan di Labuhanbatu tidak tersendat. Sebab, masyarakat lancar membayar uang retribusi sampah. Nah, hal ini perlu dipertanyakan,”Ucapnya saat ditemui, Jumat (5/3/2021).

 

Selain itu, Fajar juga mencurigai sistem administrasi keuangan di DLH Labuhanbatu sehingga menyebabkan gaji petugas kebersihan tersendat.

 

“Untuk itu diperlukan peran Inspektorat untuk memeriksa administrasi di DLH Labuhanbatu,”Pintanya.

 

Untuk diketahui, Akhir bulan Februari 2021 yang lalu, sejumlah petugas kebersihan di DLH Kabupaten Labuhanbatu sempat melakukan mogok kerja, karena gaji mereka tersendat pembayarannya. 

 

Bahkan, ada juga beberapa petugas kebersihan dipecat sepihak oleh pimpinannya meski sudah belasan tahun bekerja. Parahnya, petugas yang dipecat tersebut, gajinya sempat tidak dibayar. Sehingga mereka kesal dan mendatangi Polres Labuhanbatu untuk membuat pengaduan laporan penggelapan gaji. Mengetahui hal itu, pihak DLH Labuhanbatu langsung mengeluarkan gaji mereka, sehingga laporan tersebut batal dilakukan.

Komentar