Beranda Berita Akhirnya, Dishub Labuhanbatu Turunkan Petugas Larang Truk Masuk Kota

Akhirnya, Dishub Labuhanbatu Turunkan Petugas Larang Truk Masuk Kota

46
0
Petugas Dishub Labuhanbatu saat berjaga di simpang jalan Sirandorung

LABUHANBATUSATU | Rantauprapat- Setelah dikritik oleh Media dan mendapat tekanan dari anggota Komisi 4 serta Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Akhirnya Dinas Perhubungan (Dishub) menurunkan petugasnya untuk melarang truk roda 8 keatas masuk Kota Rantauprapat.

Ditemui di simpang jalan Sirandorung, Selasa (2/3/2021) dua petugas Dishub bernama Lembang Dalimunthe dan Eko P Sitorus, mengaku telah berjaga selama 2 hari terakhir. Kata mereka, ada 5 lokasi yang dijaga oleh Dishub.

“Sudah 2 hari kami jaga bang. Ada 5 lokasi, yaitu simpang Sirandorung, Simpang Hokli, Simpang Kompi, Simpang Jalan Tenis dan Aek Matio,”kata Lembang diamini rekannya.

Namun, mereka hanya berjaga di jam tertentu saja. Yaitu, pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB dan 15.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Truk yang memiliki roda 8 keatas yang kita larang masuk Kota Rantauprapat,” terang Lembang.

Adapun yang dibutuhkan mereka saat berjaga, antara lain, Pos jaga, Portal, biaya operasional.

” kalau bisa, 3 hal itu diajukanlah anggarannya di dewan bang. Itu yang menjadi kebutuhan petugas,”pintanya.

Untuk diketahui, hingga saat ini Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Labuhanbatu belum memiliki Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan truk masuk kota Rantauprapat. Padahal, pihak Komisi 4 DPRD Labuhanbatu siap menampung, jika pihak Dishub mengajukan Perbup dan Perda yang diajukan.

“Dishub yang mengajukan rancangan Perbup dan Perda kepada kami. Karena, itu merupakan tugas Dishub. Kalau kami, pada prinsipnya setuju jika dibuat Perbup dan Perda. Supaya, truk yang masuk kota dikenakan Retribusi,” Ucap Anggota Komisi 4 DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Partai Gerindra Maisyarah saat diminta tanggapannya tentang pengajuan Perbup dan Perda.

Komentar