Beranda Sejarah Sejarah Berdirinya Pesantren Modern Nurul Hakim, Tembung

Sejarah Berdirinya Pesantren Modern Nurul Hakim, Tembung

58
0

 

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Pondok Pesantren Modern Nurul Hakim berdiri sejak tahun 1991. Sejak didirikan sampai sekarang pesantren ini telah melahirkan banyak tokoh-tokoh muda di Sumatera Utara.

Berdirinya Pesantren Modern Nurul Hakim Tembung tidak terlepas dari cita-cita dan wasiat almarhum H. Abdul Hakim Nasution. Di akhir hayatnya, beliau berwasiat agar sebagian hartanya diwakafkan untuk mendirikan masjid dan pesantren guna sebagai wadah pendidikan generasi muslim di masa mendatang yang bercorak modern. Modern dalam arti sistem manajemen dan pendidikan, fisik bangunan serta sarana prasarana pelengkap lainnya, sehingga benar-benar bisa menjadi harapan umat dimasa depan.

Untuk merealisasikan rencana besar tersebut, maka sejak tahun 1988 beliau membeli sebidang tanah yang berlokasi di jalan Besar Tembung ke arah Bandar Setia yang saat ini bernama jalan M. Yakub Lubis No. 51 Tembung Percut Sei Tuan Deli Serdang Sumatera Utara.  Kemudian pada tahun 1989 dimulailah pembangunan fisik yang dimulai dengan pembangunan Masjid An-Nurul Hakimiyyah yang rampung dan diresmikan pada tanggal 15 Maret 1991. Akan tetapi beberapa hari sebelum peresmian masjid tersebut H. Abdul Hakim Nasution menderita sakit dan wafat pada tanggal 14 Maret 1991 dan beliau dikebumikan di halaman masjid yang baru diresmikan tepat pada saat peresmian masjid tersebut.

Kendati beliau telah tiada, cita-cita tersebut tetap hidup dan mendorong ahli warisnya untuk melanjutkan rencana besar tersebut. Maka pada tanggal 8 November 1991 para ahli waris yang terdiri dari : Hj. Halimah Lubis, Hj. Hanisah Nasution, Hj. Apriani Hakim Nasution, SE dan Hj. Meilani Nasution sepakat untuk membentuk sebuah yayasan dengan Akta Notaris Djaidir, SH. No. 25 tahun 1991 yang diberi nama Yayasan Haji Abdul Hakim Nasution yang diketuai oleh Hj. Apriani Hakim Nasution, SE dan kemudian dimulailah pembangunan proyek pesantren tersebut dengan peletakan batu pertama pada tanggal 19 Desember 1991 oleh Menteri Agama RI pada waktu itu H. Munawir Sadzali, MA. dan dihadiri unsur Muspika dan Muspida Deli Serdang, Pimpinan Pesantren Modern Gontor beserta tokoh-tokoh masyarakat Tembung.

Tidak seperti pesantren pada umumnya, para pengajarnya pun berdasi dan bercelana panjang pantalon. Kulliyatul-Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) adalah jenjang pendidikan menengah di Pondok yang setara dengan SMP dan SMA. Masa belajar dapat diselesaikan dengan tiga tahun dan/atau enam tahun ungkap Zulfahmi Nasution Pengurus Yayasan Haji Abdul Hakim Nasution.

Kurikulum yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang, diantaranya : 

Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Dirasah Islamiyah, Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Keindonesiaan/Kewarganegaraan.

Hingga kini Pondok Pesantren Modern Nurul Hakim telah menamatkan santri/santriwatinya mencapai 10.000 orang yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara, Aceh, Riau dan daerah lainnya. 

 

Komentar