Sebelum Tertangkap, Man Batak Perintahkan Anggota Berhenti Edarkan Sabu

 

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Penyidik Satres Narkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu,SH.,MH didampingi Kanit I IPDA Sarwedi Manurung bersama personil melakukan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap Irman Pasaribu alias Man Batak (41) warga Lingkungan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu bertempat di Direktorat Narkoba Polda Sumut.

Bacaan Lainnya

Adapun pemeriksaan dilakukan adalah merupakan hasil pengembangan kasus dari tiga anak buahnya yang berhasil ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu sebelumnya yaitu, Rizal Efendi Rambe Alias Penden Mata Kero (41) ditangkap 5 Januari 2021, Hayat Alias Ogut (45) ditangkap 7 Februari 2021 dan Muhammad Zunaidi Alias Zuned (30) ditangkap 7 Februari 2021, dimana ke dua tersangka Ogut dan Zuned dilakukan tindakan tegas dan terukur karena mencoba melakukan perlawanan dan membahayakan jiwa personil saat pengembangan kasus dilapangan.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,SIK.,MH melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu,SH.,MH menerangkan Selanjutnya dari pemeriksaan ke tiga tersangka ini dalam perkara yang berbeda tersangka Irman Pasaribu alias Man Batak juga akan kita lengkapi berkas perkaranya masing-masing di tiga laporan yang berbeda dan akan diteruskan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disidangkan nantinya di Rantauprapat.

Secara kooperatif Man Batak menerangkan bahwa ke 3 orang tersangka yang ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu adalah anggotanya yang dipekerjakannya dalam bisnis haram narkotikanya yang dimulainya sejak tahun 2010.

“Ketika saya merasa diincar Polisi saya bilang ke anggota supaya berhenti dulu seperti saat Penden ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu 5 Januari 2021 semua anggota saya suruh untuk berhenti dulu ternyata 9 Januari 2021 saya yang tertangkap yang sebenarnya saya mau menyiapkan stok barang narkotika sabu untuk bisa diedarkan lebih banyak nantinya setelah situasi aman, mungkin inilah salah satu alasan mungkin saya sulit ditangkap Polisi,” ungkapnya.

Terhadap Man Batak dipersangkakan dengan pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 Ayat 2 UU RI NO.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Komentar

Pos terkait