Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Minta Dua Bulan Gaji BPBD Dibayarkan

 

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Kasihan benar nasib 70 tenaga kontrak (Pasukan Orange) di Kantor BPBD Kabupaten Labuhanbatu.  Pasalnya, mereka dipecat sepihak oleh pimpinannya. Parahnya, setelah mereka dipecat, gajinya selama 2 bulan belum dibayarkan. 

“Ada hak mereka yang belum dibayarkan yaitu gaji dibulan november dan desember 2020,” ungkap Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Zuraidah Harahap, Jumat (29/1/2021) saat dimintai tanggapannya.

Menurut wakil rakyat dari Partai Hanura ini, seharusnya Plt Kepala BPBD Labuhanbatu menyelesaikan hak para tenaga kontrak sebelum mereka dipecat. 

“Seharusnya hak mereka diselesaikan dulu. Jangan pecat sebelum gaji selama 2 bulan dibayarkan,” ujar Zuraidah. 

Atas kondisi itu, Zuraidah menyarankan kepada tenaga kontrak yang telah dirumahkan, agar membuat pengaduan berupa surat ke Kantor DPRD Labuhanbatu. 

“Segera surati kami, agar kami lakukan tindak lanjut persoalan ini,” sarannya. 

Untuk diketahui pada awal Januari 2021 yang lalu,  pihak BPBD Labuhanbatu merumahkan (pecat sepihak) 70 orang tenaga kontrak. Dengan alasan minimnya anggaran dikarenakan Covid 19. Namun pada tanggal 13 Januari 2021, tiba tiba 112 Orang sedang mengikuti seleksi penerimaan tenaga Kontrak. 

Beberapa hari kemudian, warga Labuhanbatu dihebohkan dengan postingan Akun  Andi Damanik yang menyebut dirinya tidak lulus. Dalam postingannya, dia menuliskan kekecewaannya. Dimana ada yang lulus tanpa mengikuti ujian interview. 

Dalam perekrutan tersebut tenyata anak bupati Labuhanbatu bernama Doni Ramadhani lulus menjadi tenaga kontrak. Atas kelulusannya warga pun memberikan apresiasi luar biasa. 

 

Komentar

Pos terkait