Sampah Di Pasar Gelugur Menggunung,  Pedagang Dan Pengunjung Dikhawatirkan Terjangkit Penyakit 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Setiap paginya pedagang dan pengunjung di Pasar Gelugur Rantauprapat akan dihadapkan dengan gunungan sampah disamping areal penjualan sayur dan Ikan. Gunungan sampah tersebut terjadi akibat lemahnya pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu. Sehingga dikhawatirkan para pedagang dan pengunjung akan mudah terjangkit oleh penyakit. 

Biasanya penyakit yang menyerang manusia akibat sampah antara lain, Diare, Disentri, Kudisan dan Jamur. Lantas, jika para pedagang dan pengunjung di Pasar Gelugur terkena penyakit tersebut, siapakah yang akan menanggung biaya pengobatannya?

Berdasarkan penelusuran kru Media ini, Sabtu (23/1/2021) di lokasi, dinas terkait hanya meletakkan 2 bak truk sampah tanpa adanya pengawasan. Didalam bak tersebut, tampak sampah penuh dan berserakan. Lalat berwarna hijau terbang lalu lalang diatas tumpukan sampah, dan juga hinggap di baramg dagangangan yang dijual oleh pedagang. 

Tak hanya itu, aroma bau busuk terasa kentara dihidung. Tak ayal, pengunjung yang datang terpaksa menutup hidung saat melintasi lokasi itu. 

“Wih, menyengat kali bau sampah ini. Tak tahan kalau lewat dari sini,” keluh Rita salah satu pengunjung di Pasar Gelugur Rantauprapat. 

Keluhan yang sama juga disampaikan sejumlah pedagang yang berjualan disekitar tumpukan sampah. Mereka mengaku terpaksa tetap berjualan walau mereka tidak tahan menghirup aroma bau busuk. 

“Kalau gak jualan, gak makan nanti anak istri dirumah. Kalau jualan bauk sampah inilah kami hirup setiap hari. Padahal setiap hari kami dikutip uang kebersihan,” celoteh para pedagang.

Atas kondisi itu, diharapkan Dinas terkait mencari solusi. Dengan cara, setiap jamnya sampah harus diangkut. Guna, menghindari tumpukan sampah. 

“Kalau solusi itu dijalankan, kami yakin masalah ini bisa diatasi. Jangan lah selalu dialaskan truck sampah rusak. Sementara dana perbaikan atau servis setiap bulannya sangat besar,” ucap para pedagang. 

 

Komentar

Pos terkait