Beranda Peristiwa Keren Bah, Rantauprapat Jadi Kota Wisata Sampah

Keren Bah, Rantauprapat Jadi Kota Wisata Sampah

74
0

 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Kalau dahulu Kota Rantauprapat disebut Kota Idaman karena kebersihan, keindahan, dan kesejukannya,  Kini malah sebaiknya. Kota penghasil Kelapa Sawit itu,  kini menjadi Kota Wisata Sampah. Bayangkan saja,  disepanjang jalan lintas By. Pass banyak terlihat tumpukan sampah.

Informasi yang beredar dilapangan, dikabarkan warga yang tinggal diseputaran Jalinsum By Pass Rantauprapat kesal dengan ulah pelayanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Labuhanbatu. Warga yang biasanya berlangganan sampah dengan mereka, terkadang lama diangkut oleh petugas. Padahal, mereka dikutip biaya retribusi.  

“Alasan petugas  karena 7 Truck pengangkut sampah rusak.  Jadi, kemana uang retribusi sampah yang dibayar warga.  Apa tidak cukup memperbaiki angkutan itu. Jadi, jangan salahkan warga jika buang sampah disitu, dan biarkan saja,  kota Rantauprapat ini jadi Kota wisata sampah,” celoteh warga setempat kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Setelah ditelusuri, Dinas Lingkungan Hidup saat ini memiliki 16 Unit pengangkut sampah.  Dimana, mandor Truck bertugas mengutip dan menyetorkan retribusi sampah kepada pihak DLH. Bahkan,  kabar beredar, uang retribusi sejak bulan Nopember sampai desember 2020 diduga Raib. Tidak diketahui,  siapa yang memakan uang retribusi sampah tersebut. Sehingga, petugas sampah dilapangan dikabarkan ‘malas’ mengangkut sampah yang menumpuk disepanjang jalinsum by pass tersebut. 

Sayangnya, Kepala DLH Kabupaten Labuhanbatu Nasrullah belum berhasil dikonfirmasi walau Kru Media ini sudah datang ke kantornya. 

“Tadi disini pak kadis, mungkin sudah keluar. Gak ada lagi mobilnya di parkiran,” ucap seorang  pegawai wanita  dikantor tersebut.

Pantauan wartawan, adapun lokasi tumpukan sampah di sepanjang jalinsum By Pas Rantauprapat antara lain,  dekat titi sungai bilah, seputaran simpang Aek Matio dan diseputar kuburan sumber beji. Tak hanya disitu saja, tumpukan sampah juga terlihat dijalan Dr. Hamka.

 

Komentar