Beranda Tokoh Kembalilah Bang Mulyadi P Tamsir, Sekjen PB HMI Pengayom, Ketum Bijaksana

Kembalilah Bang Mulyadi P Tamsir, Sekjen PB HMI Pengayom, Ketum Bijaksana

136
0

 

Perkenalan kami berawal saat beliau datang ke Bandung menghadiri pembukaan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Bandung tahun 2011, saat itu saya sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bandung, bang Mul masih menjabat Ketua Bidang Pembinaan Anggota (Kabid PA) PB HMI periode 2010-2012 di bawah pimpinan Noer Fajrieansyah sebagai Ketua Umum.

Dengan tampilan sederhana, senyum khas, dan pembicaraan yang sering diisi dengan canda-candaan bang Mul mengenalkan dirinya ke saya (walaupun sebenarnya nama beliau sudah lama saya dengar sebagai instruktur perkaderan HMI). “Saya Mulyadi Kabid PA PB,” itulah kalimat pertama bang Mul diperkenalan kami.

“bang Mul, saya udah tau siapa abg, nama abg udah sering saya dengar,” jawab saya.

Pasca perkenalan dengan bang Mul tidak banyak komunikasi antara kami.

Sampai pada bulan Maret 2013 saat pelaksanaan Kongres HMI ke-28 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur saya kembali bertemu dan sempat berdiskusi singkat tentang HMI. Bang Mul merupakan salah satu kandidat (kuat) Ketua Umum PB HMI.

Bang Mul sangat prihatin dengan kondisi perkaderan HMI. Salah satu tekadnya ingin memperbaiki perkaderan apabila terpilih menjadi Ketua Umum. Yang saya ingat dalam diskusi kami, bang Mul juga menekankan pentingnya pembaharuan infrastruktur perkaderan HMI.

Kesan mendalam saya terhadap bang Mul walaupun saat itu saya bergabung dengan tim pemenangan  Muh Arief Rosyid Hasan (Ketua Umum Terpilih di Kongres HMI ke-28). Beliau begitu terbuka, dengan tetap tersenyum ramah, dia mengajak saya agar bergabung di kepengurusan PB HMI ke depan.

“Siapapun nanti ketum terpilih, ente gabunglah di pengurus. Sama-sama kita perbaiki Himpunan ini,” ucapnya waktu itu.

“Siap bang, insya Allah saya gabung,” jawab saya waktu itu.

Sebulan lamanya Kongres berjalan, Muh Arief Rosyid Hasan akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum, dan Mul dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) PB HMI periode 2013-2015. Saya sendiri masuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) yang secara organisasi langsung dibawah koordinasi bang Mul.

Bagi saya pribadi dalam kepengurusan PB HMI periode 2013-2015 saya belajar banyak hal dari sosok bang Mul, usia yang matang membuatnya selalu menjadi sosok pengayom bagi pengurus, khususnya pengurus yang baru periode pertama di PB HMI. Sikap serius tapi santai, riang, dan selalu berusaha tenang setiap menghadapi dinamika dan persoalan organisasi adalah kesan yang mendalam dari bang Mul yang saya tangkap.

Tahun 2015 jelang kongres HMI ke-29 di Pekanbaru, Riau. Saya dan bang Mul sempat merasakan kembali hiruk pikuk dan dinamika kongres HMI. Saya dan bang Mul sama-sama maju menjadi salah satu Calon Ketua Umum. Dan beberapa kali pertemuan kami, sikap saat pertama kenal sampai pada saat itu tidak berubah. Bang Mul tetaplah sosok sederhana, dewasa, bijaksana, dan mampu menjadi pengayom banyak orang. Itulah yang mungkin menjadi tebusan pengabdiannya di Himpunan, dan akhirnya bang Mul terpilih menjadi Nakhoda baru PB HMI di Kongres tersebut.

Komunikasi saya terakhir dengan beliau tanggal 29 Juni 2020. Adahal yang ingin saya tanyakan ke bang Mul terkait kebijakan DPP Hanura.

“Bang, bisa telpon?,” bunyi chat WhatsApp saya waktu itu.

Beberapa jam kemudian bang Mul balas, “Sory bro..baru lihat hp yg ini, klw telp ke no 08111521xxx,” jawabnya.

Komunikasi terakhir dengan bang Mul (20 Juni 2020)

Kami pun bertelpon diawali saling tanya kabar dan saya pun bertanya hal yang jadi keperluan saya. Dan dengan yakin dia menjawab sesuai harapan saya.

Saya juga sempat bertanya (setengah bercanda). “Jadi, kapan nikah tum,” celoteh saya waktu itu.

“Insya Allah akhir tahun nit (kenit sapaan akrab saya), kenap emang?mau datang ya?”, jawabnya khas sambil sedikit tertawa.

Di akhir telpon saya sampaikan ke bang Mul, semoga lancar-lancar ya tum sampai ke hari H. Saya mendoakan dari jauh aja tum.

November 2020 bang Mul pun menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim dengan menikahi perempuan pilihannya.

9 Januari 2021 jelang sore, saat sedang duduk dengan dua orang teman. Saya melihat berita di beranda Facebook “Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak” begitu judul beritanya.

Entah kenapa, ingatan saya langsung ke bang Mul, saya sampaikan ke teman sebelah saya yang juga alumni HMI Cabang Medan. “Ron, jangan-jangan ada bang Mul di pesawat itu, dia kan orang sana (Kalbar), mana tau mau pulang kampung dia,” cetus saya sore itu.

Selang beberapa jam melalui WAG PB HMI 2013-2015 betapa terkejutnya saya membaca daftar nama-nama penumpang Sriwijaya SJ-182. Ada nama Mulyadi Mulyadi tn. Sambil terus mengikuti informasi di WAG memastikan apakah nama tersebut merupakan bang Mul. Dan benarlah, bang Mul, istri, mertua, dan iparnya berada dalam penerbangan SJ-182 tersebut.

Sampai saat ini, belum ikhlas rasanya mengucapkan belasungkawa. Tapi saya yakin inilah jalan terbaik dari sang Pencipta bagi bang Mul, istri, mertua, ipar dan seluruh penumpang Sriwijaya Air SJ-182.

Innalillahi Wa inna ilaihi rojiun…

Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut…

SAHIDLAH ENGKAU, sambutlah kami di tempat tujuan akhir kita nanti. Doa-doa kami tersambung sampailah pada ruh mu. Semoga ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Terkenang kebaikan dan doa-doa untuk abang/senior/guru/sekjen/ketum Mulyadi P Tamsir Allah menyayangimu lebih dari siapapun di dunia.

Rantauprapat, 10 Januari 2021

M Riduan Dalimunthe
Wasekjen PB HMI 2013-2015>

Komentar