Beranda Peristiwa Pengelolaan Keuangan Kabupaten Labuhanbatu Bobrok, Mahasiswa Desak Bupati Berikan Penjelasan

Pengelolaan Keuangan Kabupaten Labuhanbatu Bobrok, Mahasiswa Desak Bupati Berikan Penjelasan

74
0
Mahasiswa Labuhanbatu saat menyampaikan tuntutan di depan kantor DPRD Labuhanbatu

LABUHANBATUSATU|Rantauprapat – Sekelompok Mahasiswa Labuhanbatu, Sumatera Utara mendatangi Kantor Bupati guna meminta penjelasan anggaran Covid-19 Tahun Anggaran (TA) 2020. Mereka mendesak Bupati Labuhanbatu mempublikasikan anggaran tersebut, Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 10.00 Wib.

Selain itu mereka juga meminta Bupati memberi penjelasan penyebab terkendalanya pencairan dana beasiswa yang dijanjikan pada tahun 2020.

Kemudian mempertanyakan penyebab tidak disalurkannya realisasi Dana Penghasilan Tetap (Siltap) dan Tunjangan Aparatur Pemerintah Desa dan BPD se-Kabupaten Labuhanbatu bulan November dan Desember TA 2020 sesuai dengan surat pemberitahuan DPC Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Labuhanbatu Nomor: 05/DPC-APDESI/LB/2020.

Massa juga mempertanyakan tidak terealisasinya Dana dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Kabupaten Labuhanbatu selama 3 bulan TA 2020.

Pertanyaan massa juga mengenai pemutusan Tenaga kerja kontrak di lingkungan instansi pemerintahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 71 orang dan gaji 3 bulan kerja TA 2020 tidak dibayarkan dengan alasan yang tidak jelas.

Namun sempat terjadi lobi-lobi antara mahasiswa dan Satpol PP agar dijelaskan kedalam ruangan tetapi tidak diperbolehkan semua masuk. Mahasiswa menolak tawaran tersebut.

Meski langsung mengorasikan tuntutan mereka, Polisi yang mengawal ketat langsung membubarkan mahasiswa yang sedang berorasi.

“Kami umumkan kepada adik-adik yang berorasi berdasarkan Perbup Labuhanbatu No 43 Tahun 2020 mengatur tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di Kabupaten Labuhanbatu, diminta adik-adik membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” cetus Polisi melalui pengeras suara Polres Labuhanbatu.

Sementara itu Doni salah satu mahasiswa yang ditemui saat dibubarkan polisi mengatakan, terjadinya pembubaran akibat tidak mematuhi protokol kesehatan. Sehingga tidak mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka.

“Alasan dibubarkan karena tidak mematuhi protokol kesehatan. Padahal kami tidak begitu banyak yang orasi. Bahkan kami yang berorasi semua memakai masker. Apakah dikerumunan seperti kami ini akan dibubarkan juga nantinya ya bang,” tanya Doni.

 

Komentar