Beranda Peristiwa Oknum Kadus Desa Bagan Bilah Potong Honor Guru Mengaji dan Palsukan Tanda...

Oknum Kadus Desa Bagan Bilah Potong Honor Guru Mengaji dan Palsukan Tanda Tangan

33
0

 

LABUHANBATUSATU| Pemalsuan tanda tangan bukti terima dan pemotongan Honor yang dilakukan oleh oknum yang mengaku dirinya kepala dusun VI Gajah mati Desa Bagan Bilah Kec. Panai Tengah, Kab. Labuhanbatu berinisial “GK” menua riak di masyarakat. Hal ini menyusul adanya pengaduan salah seorang guru mengaji warga Dusun VI Gajah mati kepada awak media, yang mana honornya sebagai guru mengaji dipotong dan tanda tangannya dipalsukan.

Dirinya mengungkapkan, aksi pemotongan honornya sebagai guru mengaji oleh oknum warga yang mengaku Kadus tersebut, kejadiannya berlangsung bulan lalu, berawal saat dia hendak mengambil honornya selama Tiga bulan, ketika menerima honor dirinya hanya menerima honor yang tidak sesuai jumlahnya.

Dirinya sempat mempertanyakan, jumlah honor yang diterimanya kepada kaur keungan desa Bagan Bilah, Kaur keungan tersebut mengatakan bahwa guru mengaji tersebut sudah menandatangani tanda sudah menerima honor sebelumnya.

Merasa ada kejanggalan, guru mengaji tersebut memintai penjelasan dan mengatakan, bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menanda tangani tanda terima honornya untuk tahap ini.

“Saya menerima honor sebagai guru mengaji biasanya jumlahnya bukan sebesar itu saya terima, dan herannya lagi tanda tangan saya dipalsukan, saya merasa tidak pernah menandatangani bukti pengambilan honor mengaji tersebut, entah siapa yang menanda tangani, karna bukan seperti itu tanda tanganku,” sebutnya.

Dirinya juga mengatakan saat di dalam ruangan sempat bersitegang, sebab kaur keungan tersebut mengatakan bahwa ada tanda tangan bukti penerima yang sudah di tanda tangani, dan itu disaksikan guru mengaji dan bilal mayit yang sama-sama akan mengambil honor tersebut.

“Bukannya awak indak ikhlas yang mangajari mangaji itu, cuma cara mereka itu Zolim, bukannya membantu malah dipotong orang itu pulak, bukannya menambah malah dikurangi, ininya yang membuat saya kesal,” ucapnya.

Honor yang dipotong ditambah lagi dengan pemalsuan tanda tangan bukti penerima honor, sempat terjadi ketegangan di ruangan kantor kepala desa bagan bilah, terkait insiden tersebut, namun tidak berlangsung lama.

 

 

Sumber: akun Facebook Rudi Turnip

Komentar