Gaji 3 Bulan belum Dibayar, BPPD Labuhanbatu Berhentikan 71 Tenaga Kontrak

Ketua LSM Pelopor Labuhanbatu Saipul Bahri

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Sebanyak 71 Tenaga Kerja Kontrak yang merupakan petugas siaga bencana di Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu diputus kontraknya sejak Januari 2021. Sehingga mereka tidak lagi dapat bertugas di instansi tersebut.

“Sebanyak 71 tenaga kontrak Petugas Siaga bencana telah di putus kontrak kerjanya karena masa kontrak telah habis,” ucap Plt Kaban BPBD Atia Muchtar Maulana Kepada Perjuangan Senin ( 04/01/2021 ) di Kantor BKPP.

Dikatakan Atia sebanyak 91 tenaga kontrak di BPBD namun sudah 71 orang yang telah di putus kontraknya karena keuangan tidak memungkinkan. “Kita masih melihat kerja mereka namun bisa kemungkinan mereka bisa kita pakai kembali,” terang Atia.

Ketua LSM Pelopor Kabupaten Labuhanbatu Saipul Bahri menyayangkan sikap dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang memutus kontrak tenaga honor tampa menyambung kontrak mereka kembali.

“Kalaupun kontrak mereka habis di akhir tahun 2020 ini seharus nya mereka (Pemkab) menyambung kembali kontraknya mengingat untuk tahun 2020 mereka tidak menerima gaji selama 3 bulan,” terang Saipul.

Dijelaskan Saipul, Pemilihan Kepala Daerah baru usai di laksanakan sehingga kita berkeyakinan pemutusan tenaga kontrak tersebut terindikasi melakukan pola-pola lama. “Kita harapkan Masyarakat jangan mau lagi mengikuti Perekrutan tenaga kontrak dengan pola-pola yang terdahulu karena penetapan pemenang aasil Pilkada belum dilaksanakan,” harap Saipul.

Kemudian Saipul mengatakan Kaban BPBD tidak seharusnya memutus kontrak di instansi tersebut mengingat pada bulan-bulan seperti ini cuaca sangat Extrim sehingga BPBD seharus nya siap siaga selalu.

“Di bulan-bulan seperti ini cuaca tidak memungkinkan kita berharap pemerintah khususnya BPBD Selalu Antisipasi,” tegas Saipul.

 

 

Komentar

Pos terkait