Dugaan Pemilih Ganda, KPU Labuhanbatu Periksa KPPS Bermasalah

Ketua KPU Saat Menghimpun Informasi kPPS yang diduga bermasalah

 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu Wahyudi memeriksa 8 KPPS yang ada di kecamatan Rantau Utara. Pemeriksaan ini terkait gugatan Pasangan Calon (Paslon) Erick Atrada – Hj Ellya Rosa ke Mahkahmah Konstitusi (MK)

Pantauan Wartawan di kantor KPU Labuhanbatu, Kepala Lingkungan (Kepling) Pelita Udin Hadir mewakili ketua KPPS 17 Kelurahan Siringgo untuk memberikan keterangan kepada ketua KPU atas adanya dugaan pemilih ganda di TPS 17.

“Saya yang hadir kemari karena ketua KPPS nya tidak pandai bicara untuk menjelaskanya,” ucap Udin yang juga sebagai Linmas di TPS 17 saat pemilihan 9 desember 2020 yang lalu.

Kepling udin mengakui banyaknya pemilih yang mengunakan DPTb di TPS 17 tersebut karena tingkat partisipasi pemilih meningkat, kemudian ada warganya yang termasuk di DPT di TPS Bina raga namun karena sangat jauh terpaksa memilih mengunakan di TPS 17

“Karena TPS di bina raga sangat jauh kira kira 3 KM menurut warga makanya mereka meminta memilih di TPS kami,” terang Udin.

Kemudian Udin juga menjelaskan banyak KTP yang tidak bisa di akses Server KPU. “Server DPT KPU pada saat itu tidak tersambung dengan jaringan, sehingga kami tidak bisa memeriksa KTP yang bukan haknya memilih di TPS tersebut,” tambah Udin menjelaskan.

Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi saat di minta keterangan selesai menghimpun informasi dari KPPS kecamatan Rantau Utara yang bermasalah mengatakan KPU Labuhanbatu mencari informasi atas nama KPPS yang masuk dalam gugatan Paslon ke MK.

“Memang benar ada dugaan pemilih ganda, kita sudah crosscheck sehingga kita dapat nantinya menjelaskannya,” ucap Wahyudi.

Dijelaskan Wahyudi untuk Kecamatan Rantau Utara ada 8 KPPS yang bermasalah yang dilaporkan salah satu paslon Ke MK.

“Gugatan Paslon terdiri dari Pemilih Ganda , pemilih yang bukan haknya memilih di TPS tersebut,” tegas Wahyudi.

 

 

Komentar

Pos terkait