Beranda Peristiwa Pemilih E KTP di Labuhanbatu Capai 6.735, Kinerja PPDP Dipertanyakan

Pemilih E KTP di Labuhanbatu Capai 6.735, Kinerja PPDP Dipertanyakan

30
0

 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhanbatu telah dilakukan 9 Desember 2020 kemarin.  Namun penggunaan KTP Elektronik (E KTP) sangat tinggi, mencapai 6.735. Padahal, KPU Labuhanbatu telah menurunkan 1.061 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang berakhir 13 Agustus 2020.

Dengan metode sensus (Rumah kerumah), Petugas PPDP melakukan Coklit sesuai Kartu Keluarga. Dimana, anggota Keluarga yang sudah diatas 17 tahun didata untuk dimasukan menjadi Daftar Pemilih. Begitu juga dengan yang telah meninggal dunia,  maka dicoret dari Daftar Pemilih.

“PPDP sudah mendata warga, kok bisa pemilih E KTP meningkat. Aneh ya,” ungkap Ketua LSM Pelopor Kabupaten Labuhanbatu Syaiful Bahri, Senin (21/12/2020).

Menurut informasi yang diperoleh, sambung Syaiful, Petugas PPDP melakukan pendataan di masing masing TPS. Dengan biaya gaji Rp. 800 ribu selama satu bulan, dananya bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu.

“bayangkan saja, kita ada 1.061 TPS, segitu lah jumlah PPDP. Kalau gajinya 800 ribu, maka ditotal mencapai 848 Juta,” ujarnya.

Lanjut Syaiful, Petugas PPDP dibuat untuk menekan angka pengguna E KTP.  Namun, kenyataannya Pengguna E KTP sangat tinggi.

“Jika seperti ini, sebaiknya dana PPDP itu diaudit saja sama penegak hukum. Karena, kinerjanya kita nilai tidak sesuai dengan kondisi yang ada,” tegasnya.

 

 

Komentar