Beranda Peristiwa GP2AR Sumut Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labusel

GP2AR Sumut Desak Kejatisu Periksa Kadisdik Labusel

71
0

 

LABUHANBATUSATU| Medan – Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) didatangi massa dari Gerakan Pemuda Penyambung Aspirasi Rakyat (GP2AR). Mereka melakukan unjuk rasa terkait dugaan mark-up dana afirmasi Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Selasa, (20/10/2020).

Unjuk rasa ini sendiri mengacu pada UU No.28 Tahun 1999 dan inpres No.5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi dan UU RI No.31 Tahun 1999 jo.UU No.20 tahun 2011 pasal 41 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) Tentang peran serta masyarakat membantu upaya pencegahan dab pemberantasan tindak pidana korupsi. Pengertian dari korupsi adalah menurut UU No.31 Tahun 1999 jo.UU No.20 tahun 2001, pasca putusan mahkamah konsitusi Nomor; 003/PUU-IV/2006 tanggal 25 Juni 2006.

Korupsi adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu pemerintah pusat telah mengeluarkan INFRES( Intruksi presiden ) No.17 tahun 2011 Tentang aksi pencegahaan dan pemberantasan korupsi Tahun 2011 pada tanggal 19 desember 2011.

Atas dasar UU tersebut GP2AR meminta kejatisu memanggil dan periksa Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan.

“Kami minta Kejatisu panggil dan periksa Kadisdik Labusel, kami juga menduga kadis tersebut adalah aktor utama dalam penyalahgunaan dana afirmasi,” ucap Zanur Siregar Kordinator unjuk rasa tersebut.

Menurut Zanur penyaluran dana afirmasi Labusel dibelanjakan ke salah satu perusahaan yang diduga telah di kondisikan oleh oknum dinas pendidikan. Dan diiduga kuat dalam belanja dana afirmasi terjadi mark-up besar-besaran dan kongkalikong demi keuntungan pribadi dan kelompok di lingkungan dinas pendidikan labusel. “Penyaluran dana tersebut diduga sudah dikondisikan ke perusahaan tertentu,” tambah Zanur.

“Kami minta Kejatisu memanggil dan memeriksa Kadisdik Labusel secepatnya,” pungkas Zanur

Unjuk rasa yang di lakukan didepan kantor Kejatisu tersebut berjalan kondusif dan mengikuti Protokol kesehatan. Setelah menyampaikan orasinya massa diterima oleh perwakilan Kejatisu dan menyampaikan bahwa mereka menerima laporan dari kawan kawan GP2AR secara resmi dan akan menindaklanjuti masalah tersebut.

 

 

Komentar