Aktivis Mahasiswa: Gugus Tugas Labuhanbatu Jangan Tidur Dulu, Covid-19 Masih Ada!

 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu dinilai kurang serius dalam menangani masalah ini, ini terlihat dari masih banyaknya masyarakat Kabupaten Labuhanbatu yang tidak percaya atau masih kurang rasa kepeduliannya dalam menyikapi bahaya Covid-19, sehingga masih enggan menerapkan pola hidup sehat dalam masa pandemi Covid-19 seperti diatur dalam protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Aktivis mahasiswa Labuhanbatu Rizky Rahman angkat bicara terkait hal tersebut. Ia menilai GTPP Covid-19 Labuhanbatu tidak serius dalam penanganan dan pengendalian wabah Corona. Ini terlihat dengan semakin tidak terkendalinya jumlah tenaga kesehatan dan masyarakat umum yang terkena virus yang berasal dari Wuhan tersebut.

“Gugus Tugas jangan tidur dulu, virus corona ini masih ada dan terus menyebar. Masyarakat masih harus terus menerus diedukasilah,” ucapnya.

Terkait bertambahnya tenaga kesahatan dan masyarakat yang positif terkena virus corona, Rizky dan puluhan aktivis dari berbagai kampus yang ada di Labuhanbatu tidak tinggal diam. Mereka melakukan kegiatan kemanusiaan dengan membagikan masker di beberapa titik keramaian di Labuhanbatu.

“Makanya tujuan aksi kemanusian ini salah satunya untuk membantu beban Pemerintah, GTPP Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu dengan menghimbau dan mengajak masyarakat agar peduli akan kesehatan,” ujar Risky Rahman di sela-sela pembagian masker di Pasar Sigambal. Minggu (27/09/2020).

Sementara itu, salah satu warga di pasar sigambal Arif yang ditemui mengatakan, pergerakan yang dilakukan oleh Pemuda ini sangat kami apresiasi dan positif, sangat membantu kami selaku masyarakat di tengah-tengah masa pandemi Covid-19 ini “Kami bersyukur ada yang membagi-bagikan masker secara gratis, ini sangat membantu kami, terima kasih kami ucpakan untuk generasi-generasi penerus bangsa yaitu kaum pemuda dan mahasiswa yang prihatin dan peduli dengan kondisi sosial masyarakat saat ini,”ungkapnya.

Di sisi lain juga disampaikan oleh T.M. Sipahutar selaku Koordinator Gerakan 5000 Masker Gratis ini mengatakan Gerakan 5000 masker ini akan kami lakukan secara bertahap tidak hanya sekali ini saja pasti ada tahap selanjutnya, tetapi fokus gerakan akan dilakukan di tempat-tempat dan daerah yang masih terpinggirkan ataupun yang belum sempat tersentuh oleh pemerintah.

“Ini merupakan kewajiban selaku mahasiswa sebagai bentuk social control kepada masyarakat disaat masa pandemi Covid-19 yang belum tahu kita sampai kapan akan hilangnya, dan sekaligus juga kami akan road show mengedukasi dan kampanye gerakan anti money politic kepada masyarakat jelang pilkada ini,” tutup Sipahutar.

 

 

Komentar

Pos terkait