Beranda Peristiwa Covid-19 Meningkat di Labuhanbatu, HMI Sumut: Ujian untuk Kapolres, Gugus Tugas Kurang...

Covid-19 Meningkat di Labuhanbatu, HMI Sumut: Ujian untuk Kapolres, Gugus Tugas Kurang Serius

88
0

 

LABUHANBATUSATU| Medan – Berdasarkan informasi yang diterima oleh GTPP Covid-19 Sumatera Utara klaster baru penyebaran covid 19 terjadi di kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Sebanyak 24 tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan RSUD, reaktif Covid-19 hasil rapid test dan 9 lainnya  positif hasil test swab PCR.

Sebagaimana diketahui pasca dilakukan tes massal kepada seluruh karyawan dan tenaga medis di rumah sakit plat merah tersebut sejak diketahui adanya dokter, perawat dan perekam medis yang dinyatakan positif.

Timbulnya klaster baru di wilayah provinsi sumatera utara tersebut dinilai karena kurangnya penegakan disiplin protokol kesehatan oleh Gugus Tugas Covid-19 Labuhanbatu di era adaptasi kebiasaan baru (new normal). Wasekjen Badko HMI Sumut Taufik Kurniawan menilai ini merupakan ujian bagi gugus tugas, terkhusus kapolres yang baru AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH sebagai orang yang bertanggung jawab penuh terhadap kamtibmas labuhanbatu. Karena klaster baru covid-19 menyebabkan warga labuhanbatu mulai panik dan cemas.

“Ini shock therapy sekaligus ujian bagi pak kapolres,apa lagi beliau baru menjabat,” ucap Taufik.

Lebih lanjut Taufik yang juga merupakan Tokoh Pemuda yang aktif di relawan GTPP Covid-19 Sumatera Utara mengatakan sudah saatnya GTPP Covid-19 Labuhanbatu kembali serius menyikapi persoalan pandemi covid-19 ini. Labuhanbatu merupakan zona hijau selama 6 bulan pandemi melanda, akibat klaster baru ini sekarang bisa mengarah ke zona merah. Apalagi ini hendak memasuki masa-masa kampanye pilkada.

“Kalau memang pihak Gugus Tugas Labuhanbatu kurang personil bisa juga melibatkan relawan dari para pemuda. Sekarang kita perlu sigap dan berkolaborasi seluruh elemen untuk bergandengan tangan dalam memerangi covid-19. Pemuda dengan imunitas tubuh yang kuat sangatlah pantas menjadi garda terdepan dalam menekan timbulnya klaster baru penyebaran virus covid 19,” pungkas Taufik.

 

 

Komentar