Beranda Pilkada JPPR: Pilkada Labuhanbatu Rawan Transaksi Politik Uang

JPPR: Pilkada Labuhanbatu Rawan Transaksi Politik Uang

57
0

 

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Kabupaten Labuhanbatu mewarning pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan penyelenggara Pemilu terkait bakal ada sejumlah paslon yang melakukan money politik. Sesuai prediksi JPPR, sejumlah bakal paslon telah menyusun strategi serangan fajar Pimilihan Bupati/Wakil Bupati Labuhanbatu yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Hasil penelitian JPPR Pilkada kali ini sangat rawan dan kentara sekali dengan pelanggaran, terutama money politik ataupun beli suara (vote buying) yang diindikasikan bakal dilakukan beberapa Paslon,” ujar Rovi Suhendro, SE Ketua JPPR Labuhanbatu. Selasa (22/09/2020)

Bahkan prediksi itu kata Rovi, sudah jauh-jauh hari terdeteksi sesuai dengan penelitian lapangan para relawan JPPR yang tersebar di Labuhanbatu. Apalagi dalam Pilkada kali ini ‘saweran’ politik bakal lebih ‘brutal’ dan masif. “Akan ada perangnya para raja sawer dan diprediksi akan sangat brutal bahkan rawan konflik,” ungkapnya.

“Menurut pantauan kami dilapangan, hampir semua bakal calon sudah melakukan kumpul-kumpul KTP dan KK guna untuk dijadikan sasaran beli suara,” bebernya.

“Methode ini dianggap efektif oleh beberapa paslon guna meraup suara yang signifikan, namun apapun ceritanya cara ini adalah pelanggaran pemilu dan bisa dipidanakan jika terbukti,” kata Rovi Suhendro yang juga merupakan Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Labuhanbatu (ISNU).

Untuk mengantisipasi hal terjadinya pelanggaran seperti itu, JPPR Labuhanbatu akan bekerja sama dengan berbagai elemen organisasi, pemuda dan juga masyarakat untuk memantau Pilkada Labuhanbatu agar berjalan demokratis dan berintegritas.

“Tidak segan-segan kami akan melaporkan siapa pun yang melakukan pelanggaran pemilukada ini, terlebih lagi yang melakukan money politik,” tegasnya.

JPPR Labuhanbatu juga menghimbau kepada Bawaslu Labuhanbatu agar lebih intens lagi dalam pengawasan Pilkada kali ini, sebab sampai saat ini banyak terlihat indikasi pelanggaran yang tidak tertangani dengan baik.

Demikian juga kepada KPUD Labuhanbatu dia meminta agar kiranya Pilkada berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan harus tersosialisasi ke masyarakat, karena dimasa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini tentunya akan ada perbedaan proses pemungutan suara di TPS.

Disela itu juga Rovi mengatakan bahwa JPPR Labuhanbatu mendukung dan siap bekerjasama dengan Polres Labuhanbatu untuk menjaga kondusifitas Pemilukada dan mewujudkan Pemiliukada yang Demokratis dan Berintegritas. “Marilah kita jadikan Pemilukada Labuhanbatu 2020 ini sebagai ajang adu gagasan dan ide untuk membangun Labuhanbatu yang Lebih Maju lagi, bukan adu banyak banyakan sawer,” ungkapnya.

 

 

Komentar