Beranda Peristiwa Nasir: Money Changer Tidak Berizin Berpotensi Jadi Tempat Cuci Uang

Nasir: Money Changer Tidak Berizin Berpotensi Jadi Tempat Cuci Uang

42
0

LABUHANBATUSATU| Rantauprapat – Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah melakukan penertiban terhadap money changer atau kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) diberbagai daerah, tetapi di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya belum ada kabar tentang penertiban Money Changer.

 

Setidaknya menurut data BI hampir sekitar 92% KUPVA BB ini perorangan, peraturan BI jelas tidak diperkenankan peorangan karena harus jelas pertanggungjawabannya, Jika perorangan berniat untuk buka usaha KUPVA BB harus membuat permohonan sebagai badan usaha lebih dulu.

Pasalnya, money changer atau KUPVA BB ilegal ini kerap menjadi sarana tindak pidana pencucian uang maupun pendanaan terorisme.

Namun demikian, bagi masyarakat, sering kali susah membedakan money changer atau KUPVA BB yang berizin dan tidak berizin.

Selain itu, masyarakat pun tidak terlalu mengetahui perbedaan mendasar transaksi valas pada keduanya.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eny V Panggabean menjelaskan, konsumen pada umumnya tidak peduli dengan KUPVA BB yang berizin dan tidak berizin. Yang penting bagi mereka adalah nilai tukar alias rate yang murah.

Peranan KUPVA cukup besar dalam menganankan stabilitas keamanan nasional, akan tetapi yang tidak tercatat alias tak berizin tidak akan diketahui nilai transaksinya.

Penertiban yang dilakukan pemerintah ataupun Polri akan mendorong stabilitas rupiah dan selama ini keberhasilannya cukup signifikan. Sehingga sudah selayaknya pihak Mapolres Labuhanbatu dan Perwakilan BI wilayah Sumatera Utara menerbitkan seluruh KUPVA yang tidak berizin di Labuhanbatu.

“Sudah selayaknya pihak Polres Labuhanbatu melakukan penyelidikan dan menangkap para pelaku pencucian uang,” ucap Nasir Wardiansan Harahap, SH, selasa (15/9/2020).

 

 

Komentar