HIMMAH Desak Kejati Sumut Periksa Kepala BTN Cabang Medan

LABUHANBATUSATU| Medan – Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Medan tak henti hentinya menyuarakan berantas korupsi, korupsi musuh bersama, dan kali ini turun kejalan mendatangi kantor kejaksaan tinggi sumatera utara meminta agar mengusut tuntas dugaan korupsi kredit fiktif PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk senilai 39.500.000.000. 4/09/2020.

Ilham Fauji Munthe selaku ketua HIMMAH Kota Medan saat di wawancarai awak media mengatakan, kejaksaan tinggi sumatera utara harus memanggil dan memeriksa Kepala Bank BTN Cabang Medan karena beliau pimpinannya, uang yang begitu besar puluhan milliyar bisa mulus pencairannya, kok bisa, padahal Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang menjadi Hak Tanggungan PT. Krisna Agung Yudha Abadi diduga hanya ada 7 SHGB dari 93 SHGB yang diagunkan ke BTN Cabang Medan.

“Kepala BTN Cabang Medan harus diperiksa,” tukas Ilham.

Lanjut ilham, seharusnya semua SHGB wajib menjadi jaminan Hak Tanggungan oleh PT. Krisna Agung Yudha Abadi, kalau tidak dibayarkan semua itu bisa terindikasi adanya dugaan korupsi, itu harus diungkap sampai tuntas. beber ilham dengan nada kesal.

Bukan hanya Kepala BTN Cabang Medan saja yang harus dipanggil, direktur Utama PT. Krisna Agung Yudha Abadi juga harus segera dipanggil dan diperiksa oleh kejaksaan tinggi sumatera utara karena diduga salah satu biang persekongkolan jahat dugaan kredit fiktif puluhan milliyaran rupiah yang berjalan mulus pencairannya.

“Direktur Utama PT. Krisna Agung Yudha Abadi harus dipanggil dan diperiksa, kami menduga ada keterlibatannya,” kata Ilham.

Tidak lama berorasi puluhan mahasiswa di depan kantor kejatisu, aksi mahasiswa langsung ditanggapi oleh perwakilan kejatisu.

“Atas nama kejaksaan tinggi sumatera utara sangat berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa yang masih konsisten dan peduli terhadap pemberantasan korupsi di sumatera utara, masih mempunyai insting dan rasa keadilan yang tinggi kami sangat mengapresiasi, dan terhadap laporan ini saya akan membuat perhatian khusus dan ini saya terima dan akan disampaikan sesuai mekanisme dan kami dari intelijen akan mengikuti perkembangan terkait dengan laporan ini dan secara resmi ini saya terima,” ujar Karya Graham.

Dugaan korupsi kredit fiktif senilai Rp 39.500.000.000,- ini dilakukan oleh PT. Krisna Agung Yudha Abadi, dengan agunan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) sebanyak 93 di Komplek Takapuna, Graha Metropolitan, Helvetia, Deliserdang.

 

 

Komentar

Pos terkait