Beranda Peristiwa Dialog Ketahanan Pangan, KOMUNAL: Pertanian adalah Budaya Kita

Dialog Ketahanan Pangan, KOMUNAL: Pertanian adalah Budaya Kita

38
0

 

Medan – Dewan Pengurus Pusat Koalisi Muslim Millenial (DPP Komunal) mengadakan kegiatan Dialog Publik Ketahanan Pangan dengan mengangkat tema “Sumatera Utara Menuju Swasembada Pangan 2023” bertempat di Sufi’s Coffe Komplek MMTC Medan. Rabu (02/08/2020).

Pelaksana kegiatan menghadirkan narasumber Mhd. Hasbi Simanjuntak, S.Psi, SH, MH, MM., Tim Ahli Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Selaku pengamat kebijakan publik dan Zulkifli, S.Pd.I Anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2014-2019.

Zulkifli sebagai Narasumber menyampaikan “untuk mewujudkan swasembada pangan tidaklah mudah Indonesia akan menghadapi tantangan-tantangannya” ungkapnya kepada para peserta yang hadir.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan Anggota DPRD Sumatera Utara Periode 2014-2019 “anak-anak Millenial dan Mahasiswa yang hadir harus menjadikan bertanam itu menjadi budaya, kita punya potensi sebagai negara agraris dengan tanah yang subur dan manfaatkan tanah yang kosong dan lahan gersang atau mati untuk bertanam, di tambah lagi dengan kondisi negara yang sedang terkena dampak pandemi covid 19. Bertani suatu hal yang tidak bisa kita pisahkan dari hidup kita,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hasbi “kita harus sadar akan persoalan negara yang akan menuju resesi ekonomi, maka solusi untuk menghadapinya kita kembali fokus menanam tanaman yanh dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari kalau tidak kita mulai bisa-bisa kita nanti mati kelaparan.” ujarnya.

Untuk mengejar program ketahanan pangan idelanya pemerintah harus mengejar kedaulatan pangan. Disebabkan ini merupakan pertahanan negara. Ia juga menegaskan kepada peserta Dialog Publik “swasembada pangan merupakan dalam lingkup dan lingkaran pertahanan negara, maka saya tegaskan adik-adik mahasiswa dan millenial harus melek kembali terhadap pertanian jangan acuhkan bertani. Bang Zul sudah mempunyai lahan jagung yang bisa nantinya dia konsumsi jika beras sudah langka dan keurangan untuk dikonsumsi kalau kita yang tidak ada sama sekali lahan pertanian dan mengacuhkan bertanam apa nanti yang kita makan,” tegas Tim Ahli Wakil Ketua DPDRD Sumatera Utara itu.

Dari pantaun yang hadir peserta sangat antusias mengikutinya, kurang lebih 50 orang peserta yang datang dari latar belakang organisasi kepemudaan, organisasi kedaerahan dan organisasi keIslaman yang turut meramaikan kegiatan tersebut, para peserta tetap mengikuti himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan tetap cuci tangan sebelum masuk ke dalam cafe dan menggunakan masker.

 

 

Komentar