Pentingnya Literasi Politik

 

Politik hari ini sudah menjadi konsumsi publik, bukan saja pada para pelaku politik yang tergabung dalam sistim partai, tetapi juga jauh masuk ketengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Sudah Menjadi bahasan umum baik itu secara terbuka dengan tatap muka terlebih dimasa kini berpolitik melalui media sosial.

Bacaan Lainnya

Bahasan sehari-hari secara tidak sadar ternyata syarat dengan obrolan politik. Akan tetapi sejak media sosial hadir diseluruh tingkatan generasi, politik seolah sebuah citra yang terkadang bermakna negatif, provokatif, bahkan cendrung memberikan contoh yang buruk.

Sikap dan pernyataan para elit politik tidak hanya membakar sisi kritis para pembaca media sosial, akan tetapi juga mampu menciptakan daya kritis yang menjurus kepada munculnya permusuhan antar sesama, ini disebabkan rendahnya literasi masyarakat kita.

Literasi politik sangat dibutuhkan ditengah-tengah demokrasi yang hampir radikal masa kini, sebab setiap gerakan politik yang dikemas dengan pencitraan pasti akan ramai dibincangkan dikalangan pencinta medsos, tidak jarang terjadi chaos antar sesama pendukung masing – masing pasangan calon. Sebab rendahnya literasi politik, dan sebahagian lain menjadikan media sosial sebagai alat propoganda tanpa memikirkan efek negatif akibat lemahnya literasi politik.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, banyak kita perhatikan, semisal, hadirnya para buzzer, akun palsu, dan lain sebagainya yang secara terus menerus memberikan informasi yang tidak berimbang. Imbasnya akan terjadi perdebatan panas yang mengandung unsur negatif di level yang literasi politiknya rendah, akhirnya bisa berujung hukum dengan tuduhan UU IT.

Jadi, literasi politik bisa diartikan sebagai sempurnanya pengetahuan dan sikap, tidak hanya menunjukkan arah diri akan tetapi juga secara spesifik pengetahuan dalam berdemokrasi yang mumpuni, sehingga bila literasi politiknya sudah baik maka demokrasi akan terbangun dengan nilai-nilai yang positif. Dan semua yang bersifat hoax dan propoganda negatif akan tersingkir dengan sendirinya.

 

Salam literasi!

 

 

Jumain Hasibuan
Ketua Forum masyarakat Literasi labuhanbatu.

Komentar

Pos terkait