BUMDes Dirugikan, Masyarakat Akan Laporkan Ketua BUMDes dan Kades Sei Tarolat Labuhanbatu

Kantor Bumdes Sei Tarolat, Bilah Hilir, Labuhanbatu

BILAH HILIR – Badan usaha milik desa (BUMDes) jenis Panglong milik Desa Sei Tarolat Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu disinyalir mengalami kerigian.

 

Bacaan Lainnya

Dengan anggaran dana yang digelontorkan sebesar Rp.431.000.000, ternyata kehadiran BUMDes tersebut dianggap tidak mampu untuk mendongkrak perekonomian Desa Sei Tarolat, bahkan diduga malah mengalami kerugian yang cukup besar.

Hal itulah yang menjadi tanda tanya besar di sebagian kalangan masyarakat Desa Sei Tarolat, Senin (23/03/2020).

“Badan usaha milik desa (BUMDes) jenis Panglong milik Desa Sei Tarolat Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu hanya berjalan selama 5 bulan saja, hingga saat ini tidak berjalan sampai habis masa sewa tempatnya, dengan jumlah anggaran dana 431 juta tidak ada yang bisa dihasilkan untuk mendongkrak perekenomian Desa Sei Tarolat malah kerugian besar yang didapat,” tutur Arifin, Tokoh Pemuda Desa Sei Tarolat.

Arifin menuturkan, tutupnya usaha Panglong milik BUMDes itu diduga karena tidak adanya Profesionalisme dari Yudianto selaku Ketua BUMDes yang merangkap sebagai Plt. Sekretaris Desa Sei Tarolat.

Disisi lain, Arifin menduga tutupnya Panglong tersebut juga karena Kepala Desa tidak mau mengambil sikap tegas dan terkesan tidak peduli sama sekali. Bahkan kata Arifin, Ketua BUMDes dan Kepala Desa Sei Tarolat terindikasi telah melakukan penggelapan dana BUMDes tersebut sehingga menyebabkan Panglong menjadi vakum dan tidak berfungsi.

“Tutupnya usaha panglong tersebut mencerminkan tidak amanah, bertanggungjawab, dan profesionalnya Yudianto selaku Ketua BUMDes yang juga menjabat sebagai Plt Sekretaris Desa. Hal ini perlu diperhatikan masyarakat, bagaimana mau menjadi Sekretaris Desa untuk mengelola BUMDes saja beliau tidak mampu, dari sisi yang lain Kepala Desa juga tidak ada mengambil sikap serta tidak perduli sama sekali, atau Ketua BUMDes dan Kepala Desa ada indikasi penggelapan dana tersebut sehinga panglong vakum dan tidak berfungsi. Tidak adanya tranparansi terkait pengelolaan BUMDes tersebut, menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Desa Sei Tarolat kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu,” tambahnya.

Hal senada juga keluhkan oleh Heri Sanjaya. Ketua Forum Masyarakat Sei Tarolat itu menuturkan banyak barang yang sudah kadaluarsa ditemukan di Panglong tersebut.

“Yang lebih menjadi perhatian masyarakat dari BUMDes Maju Bersama (panglong) Desa Sei Tarolat, barang-barang Panglong yang ditemukan diruko tersebut sudah kadaluarsa seperti semen kurang lebih 30 sak, batu bata dll. Yang lebih parahnya barang-barang panglong tersebut banyak yang hilang padahal Panglong tersebut sudah hampir 1 tahun tidak berjalan. Dan diduga menyebabkan kerugian ratusan juta anggaran yang tidak tepat sasaran,” tutur Heri Sanjaya, saat ditemui di depan Panglong Maju Bersama Desa Sei Tarolat.

Heri menilai pengelolaan Panglong tersebut tekesan berlebihan. Sebab kata Heri, Panglong yang seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat itu justru hanya memprioritaskan kemewahan.

“Dalam usaha panglong tersebut saya fikir lebih memprioritaskan kemewahan pasilitas yang berlebihan, dan mengenyampingkan tujuan/hasil badan usaha milik desa dalam meningkatkan perekonomian desa demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Serta berakibat fatal dengan kerugian keuangan negara yang telah dikeluarkan dari Anggaran Dana Desa. Wajib kasus ini menjadi perhatian pemerintah pihak Eksternal dalam pengawasan BUMDes tersebut, serta menjadi tanggung jawab Kepala Desa dan Ketua BUMDes apabila terdapat kerugian didalam pengelolaan BUMDes tersebut,” tegas Heri.

Atas kejadian itu, rencananya masyarakat Desa Sei Tarolat akan melaporkan hal tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu agar dilakukan audit.

“Sembari itu kami akan melayangkan surat dan meminta kepada pihak Eksternal Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu untuk melakukan audit langsung terkait kerugian dana BUMDes yang tidak efesiensi terhadap pemanfaatan modal yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dan mensejahtrakan masyarakat desa, kedepannya kami akan kawal setiap kebijakan ataupun anggaran yang dikeluarkan oleh desa. Dalam hal ini kami tegaskan kembali dan meminta kepada pihak Eksternal Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu untuk melakukan audit langsung atas penggunaan dana yang di kucurkan pemerintah desa secara umum guna kemajuan masyarakat desa,” tandas Zulfikar Hasibuan, selaku tokoh masyarakat Desa Sei Tarolat.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua BUMDes Maju Bersama dan Kades Sei Tarolat belum dapat dikonfirmasi. (MQS)

 

 

 

Komentar

Pos terkait