Pemkab Labuhanbatu Masih Lakukan Kegiatan Keramaian, Warga Mempertanyakan

RANTAUPRAPAT – Meski Presiden, Kapolri, Gubernur telah mengeluarkan Surat Edaran (SE)  agar tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa atau acara keramaian untuk menghindari wabah Virus Corona,  namun Surat Edaran tersebut,  tidak begitu berlaku untuk Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Pasalnya, selama 2 hari terakhir, sejumlah kegiatan pengumpulan massa masih berjalan.

 

Bacaan Lainnya

Adapun kegiatan pengumpulan massa atau keramaian yang ada di Labuhanbatu, antara lain,  Kegiatan Senam Ahoi di SD 10 Rantauprapat pada hari minggu (22/3/2020). Diacara itu,  terlihat lebih dari 10 orang mengikuti kegiatan tersebut dan Bupati Labuhanbatu juga turut hadir di acara tersebut.

Teks foto : Bupati Labuhanbatu foto bersama panitia acara senam Ahoi

Selanjutnya, Kegiatan rapat bilal mayit untuk 3 Kecamatan pada hari Senin (23/3/2020) yang dilaksanakan di ruang data Pemkab Labuhanbatu.  Diacara itu, terlihat puluhan orang berkumpul. Acara tersebut,  rencananya diakan diikuti 100 an orang peserta selama 2 hari kedepan.

“aneh juga ya, warga disuruh kurangi aktivitas,  tapi mereka kok malah buat kegiatan,” ucap Amir salah seorang warga di Rantauprapat.

Anehnya, meski Bupati Labuhanbatu juga  mengeluarkan Surat Edaran Bupati Labuhanbatu Nomor.800/1246/BKPP-III/2020 Tanggal 17 Maret 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) terhadap Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Namun Surat Edaran tersebut tetap dilanggar.

“bupati yang buat surat edaran,  tapi beliau juga yang melanggar, gimana mau mengurangi virus corona, jika bupati saja tidak patuh,” keluh Amir menambahkan.

Atas kondisi itu, warga Labuhanbatu meminta kepada Presiden RI, Kapolri dan Gubernur Sumatera Utara agar segera melakukan teguran terhadap Bupati Labuhanbatu.

“Sebaiknya bupati Labuhanbatu ditegur, bila perlu diberi sanksi,” pinta Ahmad warga lainnya.

 

 

 

 

Komentar

Pos terkait