Seorang Warga Terang Bulan Labura Diperlakukan Tidak Baik Oleh Kadus, Ini Penyebabnya!

LABURA – Masyarakat dusun Terang Bulan Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara digegerkan dengan sebuah Insiden yang tidak biasa.

 

Bacaan Lainnya

Tiba-tiba saja, seorang masyarakat keluar dari kantor kepala desa Terang Bulan tanpa alas kaki dengan setengah berlari pada jumat (20/03/2020).

Beliau adalah Landcros Hartop, masyarakat terang bulan sekaligus Sekjend Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu Utara ( PP Gema Labura ) yang berniat untuk melihat persyaratan menjadi Badan Permusyawaratan Desa.

“Di depan kantor desa ada pengumuman tentang syarat-syarat calon BPD. Kemudian syarat-syarat itu saya foto dan hp saya letakkan dikantong baju depan. Karna ada hal-hal yang tidak saya pahami terkait pembagian wilayahnya saya masuk dan bertanya kepada perangkat desa yang ada pada saat itu ” ungkap Landcros Hartop.

Bukannya mendapat penjelasan yang baik dan sesuai harapan, Hartop malah diperlakukan dengan tidak wajar oleh oknum kadusnya sendiri.

Dia dibentak dengan suara yang tinggi, bahkan sang kadus sampai beberapa kali menghadangnya dan mengintruksikan bawahannya untuk menutup semua pintu keluar.

“Saya bertanya bagaimana pembagian zona lokasi terang bulan A dan B, tapi yang saya dapati bukannya penjelasan saya malah dituduh merekam beliau. Pada saat itu, saya diperlakukan layaknya seorang pencuri oleh pak kadus, untung saja ada beberapa perangkat yang menengahi namun beliau tetap memegang saya”, lanjut Hartop

Dijelaskan Hartop, kepala Dusun berisinisial RM tersebut memegang dirinya dengan erat sembari marah dengan suara keras.

“Kepala Dusun berinisial RM dengan suara yang sangat keras sambil memegang tubuh saya dengan erat beliau marah-marah tanpa bukti yang jelas. Sementara ada banyak perangkat desa yang berada didalam”, jelas Hartop.

Setelah cukup lama saling cek-cok, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Terang Bulan kemudian datang untuk menengahi.

“Setelah lama cek-cok, Kepala Desa dan Sekretaris nya datang ke kantor, kemudian menjadi penengah. Kalau mereka tidak datang, saya tidak tau apa yang akan terjadi karena pak RM yang sedang emosi memaksa untuk menutup seluruh pintu dan memaksa meminta hp saya karena dikatakan ada merekam, padahal saya tidak merekam apapun sama sekali” tambah Hartop

Hartop yang juga merupakan Alumni Unimed itu berharap, agar Kepala Desa Terang Bulan bisa mengambil tidakan tegas atas kejadian tersebut.

“Harapannya Kepala Desa selaku pimpinan tertinggi di Desa Terang Bulan agar kiranya segera mengevaluasi atau mengganti kadus Terang Bulan jika memang tidak bisa dan mampu untuk mengayomi warganya. Karena yang kami lihat selama ini, pak kades sebagai orang yang sangat demokratis dan mau mendengarkan aspirasi warganya tentunya ini sangat bertolak belakang dengan sikap bawahan beliau yang arogan”, tegasnya Hartop

Bahkan kata Hartop, sikap kadus tersebut tidak seperti pengayom masyarakat, melainkan seperti preman.

“Karena pak kadus saya pikir gagal dalam mengayomi dan mendengarkan masyarakatnya sendiri bahkan beliau bersifat seperti preman ” tutup Hartop.

Hingga berita ini diterbitkan, Pihak Kepala Desa Terang Bulan Kec. Aek Natas, Kab. Labura belum bisa dikonfirmasi. (MQS)

Komentar

Pos terkait