Revolusi Sosial Labuhanbatu 1946

Pada hari ini tgl 3 Maret 1946 tepat dini hari segerombolan orang yang mengaku kaum revolusioner menyerang istana oleh sekelompok orang dari berbagai laskar. Mereka disebut-sebut berasal dari Nasional Pelopor Indonesia (Napindo), Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo), Ku Tui Sin Tai (Barisan Harimau Liar), Barisan Merah/Partai Komunis Indonesia, Kaikyo Seinen Teishintai , dan buruh-buruh dari perkebunan serta kaum tani.

Seluruh keluarga dan kerabat kesultanan Melayu serta orang-orang yang bekerja untuk istana ditangkap. Harta benda di rampas, istana di bakar bahkan wanita – wanita diperlakukan tidak senonoh. Kaum bangsawan dinista dan dicacimaki sebagai orang bodoh, pemalas dan feodal. Dua generasi orang Melayu hampir kehilangan identitas mereka.

Bacaan Lainnya

Mereka takut mengaku Melayu, takut memakai baju teluk belanga dan menambah gelar marga di belakang namanya supaya boleh masuk sekolah atau diterima di kantor pemerintahan. Mereka menghilangkan gelar Tengku, Wan, OK dan Datuk karena takut dicaci sebagai feodal, bahkan kaum Melayu yang bukan bangsawan tetapi bekerja dengan para Sultan dan Tengku pun tak luput.Banyak dari mereka pergi hijrah ke Semenanjung Malaya, terutama di Kedah dan Perak karena masih erat hubungan kekerabatan. sebagian pergi ke Belanda.

Di kesultanan Bilah tak.luput dari pembantaian dan perampokan oleh kaum kiri, Sultan Adil Bidar Alamsyah sultan Bilah ke IX bersama Tengku Hasnan gelar Tengku besar dan beberapa kerabat kesultanan Bilah di tangkap dan di bawa ke wingfoot Aek Nabara di sekap di salah satu rumah di wingfoot dan paginya di bawa ke arah Rantauprapat dan dieksekusi , jenazah sultan Adil Bidar Alamsyah tidak ditemukan dan jenazah Tengku Hasnan ditemukan dan dikebumikan di pemakaman mesjid Al Maksum Medan.

 

Penulis : Feri Badriansyah
Ketua Lembaga Adat Melayu Pinang Awan Serumpun

Komentar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.